Reporter: Andri Indradie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Keputusan peluncuran dua produk derivatif Bursa Efek Indonesia (BEI) Kontrak Opsi Saham (KOS) dan LQ 45 sudah mulai jelas. Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan, dan Partisipan BEI Guntur T. Pasaribu mengatakan, kedua produk tersebut akan diluncurkan secara bersamaan pada bulan Februari tahun depan. "Ini sedang kami urus peraturannya, seperti bisnis spesifikasi dan sistem perdagangannya," katanya hari ini (15/12) usai menemui Nurhaida, Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Guntur menambahkan, dua produk itu meluncur jika sudah ada aturan dari Bapepam-LK termasuk kesiapan sistem dan infrastuktur transaksi derivatif yang matang di BEI. Sebagai langkah awal, BEI akan mengadakan simulasi perdagangan derivatif secara online terlabih dahulu untuk kesiapan pasar. "Simulasi akan kami lakukan akhir Desember nanti," imbuhnya.
Dia juga bilang, jumlah underlying saham untuk produk KOS masih tetap sesuai rencana semula, yakni 20 saham. "Cuma, tiga saham grup Bakrie kita keluarkan dari daftar," tandasnya. Sayang, Guntur belum bisa menyebutkan siapa saja yang bakal menggantikan tiga saham grup Bakrie tersebut. "Yang jelas sudah kita siapkan penggantinya," katanya.
Sekedar informasi, tiga saham grup Bakrie itu adalah PT Bumi Resourches Tbk (BUMI), PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












