kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.890   -10,00   -0,06%
  • IDX 7.912   -22,99   -0,29%
  • KOMPAS100 1.114   -2,55   -0,23%
  • LQ45 811   -4,46   -0,55%
  • ISSI 278   0,33   0,12%
  • IDX30 424   -2,17   -0,51%
  • IDXHIDIV20 511   -3,78   -0,73%
  • IDX80 125   -0,37   -0,30%
  • IDXV30 138   -1,00   -0,72%
  • IDXQ30 138   -1,01   -0,73%

Enel Tak Bisa Jual 10% Saham Bayan


Jumat, 05 September 2008 / 17:19 WIB
Enel Tak Bisa Jual 10% Saham Bayan


Reporter: Nuria Bonita,Yura Syahrul | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pencatatan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) belum lagi genap sebulan. Tapi, Bayan sudah memiliki agenda ekspansi yang bakal dijalankan. Maklum saja, pasca penawaran umum saham perdana ke publik (IPO) pada 12 Agustus lalu, produsen batubara ini menggandeng Enel SpA sebagai mitra bisnis dan pemegang saham.

Saat IPO Bayan, perusahaan pertambangan asal Italia ini membeli 333,32 juta saham atau 10% dari total modal disetor. Pembelian senilai US$ 211 juta atau sekitar Rp 1,94 triliun itu dilakukan melalui anak usahanya, Enel Investment Holding.

Alastair McLeod, Direktur Keuangan Bayan, mengatakan, Enel sebagai salah satu pemegang saham baru akan memberikan kontribusi positif bagi Bayan. Sebelumnya, Enel termasuk pelanggan terbesar Bayan, di mana Bayan memasok sebanyak dua juta ton batubara per tahun. Selain itu, Enel Group mengeksekusi perjanjian kontrak pasokan batubara dari Bayan lewat anak usahanya, Enel Trade SpA. Kontrak tersebut berlaku hingga Desember 2019. Sedangkan nilai kontrak jual mengikuti harga indeks batubara di Eropa.

Melihat kerjasama yang sangat mesra tersebut, tidak menutup kemungkinan Enel menambah kepemilikan sahamnya di Bayan. "Mereka bisa menambahnya melalui pasar," kata Alastair saat berkunjung ke kantor KONTAN, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sebaliknya, Enel tak bisa menjual 10% saham Bayan ke pihak lain selama 18 bulan sejak IPO. Namun, bila Enel ingin hengkang setelah masa 18 bulan maka Dato' Low Tuck Kwong sebagai pengendali Bayan dapat kesempatan untuk menjadi pembeli pertama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×