Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
Ke depan, kata Kevin, sektor properti akan mendapat sentimen positif jika daya beli masyarakat meningkat, sehingga bisa mendorong peningkatan bisnis dan keyakinan konsumen.
“Sentimen negatifnya adalah perang AS-Iran yang berkepanjangan yang dapat mengakibatkan harga minyak akan berada di level tinggi, sehingga dapat menekan posisi fiskal negara,” ungkapnya.
Kevin pun merekomendasikan beli untuk BSDE, CTRA, PWON, dan SMRA dengan target harga masing-masing Rp 1.050 per saham, Rp 1.150 per saham, Rp 580 per saham, dan Rp 520 per saham.
Ekky melihat, sentimen positif sektor properti tahun ini masih berasal dari insentif PPN DTP, proyek ready stock, serta harapan stabilisasi rupiah ke depan.
Baca Juga: Bea Ekspor Diproyeksi Jadi Beban Tambahan Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Analis
Sementara sentimen negatifnya berasal dari suku bunga tinggi, pelemahan daya beli, kenaikan biaya konstruksi, tekanan rupiah, dan kondisi pasar saham yang masih risk off.
Meski begitu, bukan berarti saham properti sudah tidak menarik. Secara valuasi, beberapa saham properti justru mulai terlihat murah setelah koreksi besar. Hanya saja, investor tetap harus selektif, karena tidak semua emiten punya neraca, arus kas, dan recurring income yang kuat.
“Untuk emiten yang relatif lebih kuat, investor bisa mencermati PWON, CTRA, dan BSDE,” ungkapnya.
Adrian menambahkan, saham emiten properti saat ini diperdagangkan pada level yang atraktif.
Koreksi harga saham pada sektor ini tidak hanya dipicu oleh sentimen negatif terkait tingkat suku bunga acuan, tetapi juga oleh tekanan pasar secara sistematis di mana IHSG sempat mencatatkan koreksi hingga 31,93% YTD.
Baca Juga: Prospek Emiten Kertas Ditopang Ekspansi & Kenaikan Harga Pulp, Cek Rekomendasi Analis
“Oleh karena itu, pelemahan saham properti ini bukan semata-mata disebabkan oleh penurunan fundamental sektoral,” paparnya.
Untuk strategi jangka pendek, Adrin merekomendasikan trading buy untuk saham PWON dengan target harga Rp 270 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













