kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Emiten farmasi tak terganggu pasokan garam


Minggu, 18 Maret 2018 / 12:57 WIB
ILUSTRASI. PANEN GARAM


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasokan garam dalam negeri yang semakin langka diprediksi akan menjadi efek domino bagi beberapa emiten yang menggunakan garam sebagai bahan baku. Salah satu sektor yang menggunakan bahan baku garam adalah sektor farmasi.

Meski begitu PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengatakan bahwa pihaknya tak terlalu berdampak dengan adanya pasokan garam yang berkurang tersebut. Manajemen KLBF berdalih bahwa penggunaan garam untuk produksi perusahaan tak terlampau besar.

"Kebutuhan garam untuk produk kami minimal, jadi tidak berdampak signifikan bagi produk Kalbe," kata Vidjongtius, Presiden Direktur KLBF kepada Kontan.co.id, Jumat (16/3). Vidjongtius tak merinci berapa persentase kebutuhan garam ke seluruh beban produksi dari KLBF.

Hal yang sama terjadi dengan PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Perusahaan farmasi pelat merah ini mengatakan bahwa saat ini kebutuhan akan garam tak menjadi perhatian bagi perusahaan tersebut.

"Kimia Farma tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan garam," kata Ganti Winarno, GM Corporate Secretary KAEF kepada Kontan.co.id, Jumat (16/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×