kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   32,00   0,19%
  • IDX 7.109   -75,92   -1,06%
  • KOMPAS100 983   -10,00   -1,01%
  • LQ45 720   -6,31   -0,87%
  • ISSI 254   -2,76   -1,07%
  • IDX30 391   -2,50   -0,64%
  • IDXHIDIV20 485   -1,84   -0,38%
  • IDX80 111   -1,00   -0,89%
  • IDXV30 135   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 127   -0,77   -0,60%

Emiten farmasi dinilai meraup untung di tengah wabah covid-19, ini rekomendasi analis


Kamis, 02 April 2020 / 19:16 WIB
ILUSTRASI. Petugas apotek melayani konsumen di apotek Kimia Farma Padang, Sumatera Barat, Senin (16/3/2020). Petugas Kimia Farma mengatakan persedian hand sanitizer (pencuci tangan) sudah habis terjual, karena banyaknya permintaan, sementara untuk penjualan masker p


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

Ia merekomendasikan investor untuk buy jangka pendek sampai menengah saham KLBF, KAEF, dan INAF atau meenggunakan strategi jangka pendek trading buy memanfaatkan fluktuatif harga.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga menuturkan perusahaan farmasi tengah diuntungkan dari tingginya demand produk kesehatan di tengah Covid-19.

Baca Juga: Harga Saham KAEF Meroket, Kimia Farma Justru Mencetak Rugi Bersih di 2019

“Masyarakat jadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, karena itu penjualan mereka bisa meningkat,” ungkapnya.

William menyarankan pelaku pasar untuk buy saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dengan target harga 1200 hingga 1300, kemudian beli saham KLBF dengat target harga 1300 – 1500, buy KAEF dengan target price 1500, dan buy INAF dengan TP 1400.

Pada penutupan perdagangan Kamis (2/4), saham SIDO menguat 5,88% ke level 1170, KLBF juga meningkat hingga 10,30% ke level 1285, selanjutnya saham KAEF menghijau 1,17% ke posisi 1.300, dan saham INAF juga ditutup menguat 3,23% ke harga 1.120.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×