kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Emas masih bercokol di bawah US$ 1.300 per ounce


Selasa, 29 April 2014 / 08:25 WIB
Emas masih bercokol di bawah US$ 1.300 per ounce
ILUSTRASI. Soccer Football - FIFA World Cup Qatar 2022 - Round of 16 - France v Poland - Al Thumama Stadium, Doha, Qatar - December 4, 2022 France's Kylian Mbappe celebrates scoring their third goal with Marcus Thuram REUTERS/Dylan Martinez


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

SINGAPURA. Emas kembali bergerak di bawah US$ 1.300 per ounce setelah adanya spekulasi Federal Reserve akan melanjutkan pengurangan stimulus moneter Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat ini.

Harga emas untuk pengiriman segera diperdagangkan di harga US$ 1.295,69 per ounce pada pukul 8:50 waktu Singapura, Selasa (29/4). Menurut hitungan Bloomberg, harga emas bulan ini lebih tinggi 0,9% setelah turun 3,2% di bulan Maret.

menurut survei Bloomberg, Bank sentral AS alias Fed diproyeksikan melanjutkan pengurangan stimulus moneter berupa penguran pembelian obligasi senilai US$ 10 miliar menjadi US$ 45 miliar.

"Sementara itu ketegangan antara Rusia dan Ukraina masih menjadi pendorong harga emas dalam waktu dekat, namun kebijakan Fed akan menjadi fokus pekan ini," kata Sun Yonggang, analis ekonomi makro Everbright Futures Co di Shanghai.

Harga emas telah naik 7,8% tahun ini menyusul adanya ketegangan di Ukraina yang memicu naiknya permintaan emas. Sementara itu, AS dan Uni Eropa meningkatkan sanksi terhadap Rusia kemarin. Sementara itu, Interfax melaporkan, ada pasukan Rusia melakukan latihan di dekat perbatasan Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×