kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Emas Dunia Terkoreksi, Emas Antam Masih Punya Bantalan Rupiah


Sabtu, 26 September 2026 / 15:58 WIB
Emas Dunia Terkoreksi, Emas Antam Masih Punya Bantalan Rupiah
ILUSTRASI. Harga emas spot masih melemah di pekan ini walau berhasil menguat tipis pada perdagangan Jumat (25/9/2026) (REUTERS/Angelika Warmuth)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia masih berada dalam fase koreksi setelah mencatat reli panjang. Kendati tekanan dari dolar AS dan kebijakan hawkish The Federal Reserve (The Fed) masih membayangi, level harga saat ini mulai mendekati area yang menarik untuk akumulasi secara bertahap.

Melansir Bloomberg, Jumat (25/9/2026), harga emas di pasar spot ditutup menguat tipis 0,23% ke level US$ 4.284,81 per ons troi. Namun, dalam sepekan terakhir, emas spot melemah 2,14%.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2026 menguat 0,54% menjadi US$ 4.321,2 per ons troi. Ini membuat emas berjangka melemah 2,34% di pekan ini. 

Baca Juga: Pasar Obligasi Dibayangi Suku Bunga AS, Yield SUN 10 Tahun Diproyeksi 7,05%-7,20%

Ada pun mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.613.000. Harga emas Antam itu melesat Rp 23.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (25/9) yang juga berada di level Rp 2.590.000 per gram.

Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, mengatakan harga emas spot saat ini mencerminkan fase konsolidasi yang wajar setelah kenaikan panjang sebelumnya.

Kata Wahyu, tekanan terhadap emas terutama berasal dari penguatan indeks dolar AS yang bertahan di atas level 100, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), serta sikap The Fed yang masih hawkish.

Saat ini yield UST tenor 10 Y berada di level 5,16%, menguat 11,5% dalam sebulan terakhir, dan suku bunga acuan The Fed juga naik pada FOMC September dan kini berada di level tinggi, yakni 3,75%-4%.

Pun The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan untuk meredam inflasi yang dinilai masih persisten. Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang atau opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Hal ini memicu aksi ambil untung sementara oleh investor global,” ujar Wahyu kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).

Meski begitu, Wahyu berpandangan prospek emas Antam dalam jangka menengah hingga panjang masih konstruktif. Harga emas Antam yang saat ini berada di kisaran Rp 2,5 juta-Rp 2,6 juta per gram juga dinilai masih memiliki bantalan dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Menurut dia, ketegangan geopolitik energi global dan tingginya biaya impor dapat memberikan tekanan terhadap rupiah. Pelemahan rupiah tersebut pada akhirnya dapat menahan koreksi harga emas domestik ketika harga emas dunia melemah.

“Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah ketegangan geopolitik energi global dan tingginya biaya impor bertindak sebagai bantalan alami yang menahan kejatuhan harga emas domestik agar tidak terkoreksi terlalu dalam,” jelas Wahyu.

Baca Juga: Asuransi Harta Aman (AHAP) Kantongi Restu OJK untuk Rights Issue

Di tengah koreksi harga, Wahyu bilang emas sudah mulai mendekati area menarik untuk melakukan pembelian. Namun, investor disarankan tidak langsung memborong emas dalam jumlah besar.

Menurut dia, strategi yang dapat dipertimbangkan adalah pembelian secara bertahap atau dollar cost averaging (DCA). Strategi ini memungkinkan investor menambah kepemilikan secara berkala apabila harga kembali terkoreksi.

Pasalnya, ruang koreksi harga emas masih terbuka apabila The Fed kembali menaikkan suku bunga pada sisa 2026. Terutama jika data inflasi Amerika Serikat kembali memberikan kejutan yang mendorong sikap lebih hawkish dari bank sentral AS.

Untuk akhir 2026, Wahyu memperkirakan harga emas spot akan bergerak dengan area support di kisaran US$ 4.000 hingga US$ 3.800 per ons troi. Sementara itu, resistance berada di kisaran US$ 4.700 hingga US$ 5.000 per ons troi.

Adapun untuk emas Antam, Wahyu memproyeksikan area support berada di kisaran Rp 2,3 juta-Rp 2,42 juta per gram hingga akhir tahun. Sementara itu, resistance emas Antam diperkirakan berada di kisaran Rp 2,6 juta-Rp 2,9 juta per gram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×