kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

ELSA ingin penjualan 40% saham Patrakom rampung tahun depan


Rabu, 21 Desember 2011 / 13:22 WIB
ELSA ingin penjualan 40% saham Patrakom rampung tahun depan
ILUSTRASI. Dr. Mike Ryan, pakar utama kegawatdaruratan WHO, saat konferensi pers tentang pandemi virus corona.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) menargetkan penjualan 40% saham PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) rampung pada semester pertama tahun depan.

"Kalau semuanya lancar, sebelum pertengahan tahun bisa selesai. Saat ini masih terus proses," kata VP Corporate Secretary Heru Samodra, kepada KONTAN, Rabu (21/12).

ELSA akan mengalokasikan dana hasil penjualan saham Patrakom untuk belanja modal di tahun depan. Namun Heru belum mau membeberkan berapa nilai 40% saham Patrakom dan berapa kebutuhan belanja modal Elnusa di 2012.

ELSA terus berkoordinasi dengan PT Telkom Tbk untuk melepas kepemilikan di perusahaan yang bergerak di sektor penyediaan layanan jaringan telekomunikasi berupa komunikasi data, suara, video, dan multimedia itu. Telkom adalah pemilik 40% saham Patrakom. Adapun sisa 20% saham Patrakom dimiliki PT Tanjung Mustika, anak usaha Grup Sinarmas.

"Kami tengah memproses penunjukan financial advisor dan legal-nya. Dulu kan Bahana, sekarang kami belum menentukan lagi," jelas Heru.

Rencana Elnusa melepas kepemilikannya di Patrakom telah lama disuarakan. ELSA semula menargetkan penjualan saham itu rampung akhir tahun lalu. ELSA dan Telkom juga sudah menawarkan 80% saham Patrakom ke Tanjung Mustika. Tapi Tanjung Mustika menolak dan akhirnya penjualan saham Patrakom molor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×