kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekspor Edamame Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Terus Melaju


Selasa, 05 September 2023 / 09:40 WIB
Ekspor Edamame Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Terus Melaju


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) lewat anak usahanya PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) mencatatkan peningkatan volume penjualan edamame beku merek Edashi selama tujuh bulan pada 2023 sebesar 7 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2022.

Catatan ini ditorehkan perseroan setelah sebelumnya mengekspor Edashi dan Mukimami (edamame kupas) ke India di bulan Mei dan Juli 2023. 

Untuk diketahui, Edashi adalah brand edamame milik GMIT yang diproduksi di pabrik seluas 1,7 Ha yang telah dilengkapi dengan fasilitas modern, dengan kapasitas produksi terpasang 8.000 ton per tahun produk sayuran beku dengan kapasitas proses Individual Quick Freezing sebesar 3 ton/jam.

Imam Wahyudi selaku Direktur Utama GMIT mengatakan produk edamame mereka telah menjalani proses kontrol kualitas yang sangat ketat, sesuai dengan standar internasional dan nasional. 

Baca Juga: Perluas Ekspor, Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Pasok Edamame ke India

“Berbagai sertifikasi bergengsi seperti BRC, ISO 22000, Kosher, FDA, BPOM, dan sertifikasi Halal MUI telah dimiliki GMIT, yang merefleksikan jaminan keamanan dan kualitas produk yang dihasilkan,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan, Senin (4/9).

India sebagai salah satu pasar ekspor tambah dia, merupakan pasar yang potensial untuk produk edamame Indonesia melihat meningkatnya permintaan konsumen India akan produk-produk makanan sehat.

"Kami bangga dapat kembali mengekspor edamame ke India. Langkah besar ini bukanlah yang pertama kali bagi GMIT. Pada Maret 2021, kami memulai ekspor edamame beku ke Jepang, membuktikan kualitas produk kami mampu memenuhi persyaratan ketat pasar internasional. Kami yakin bahwa produk edamame Indonesia memiliki potensi tinggi untuk menembus pasar global," tambah Imam. 

Dalam kegiatan operasionalnya, GMIT menggunakan model kolaborasi, memberikan pelatihan agronomi, serta pendampingan di lapangan kepada petani setempat di Jember, Jawa Timur untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil dan kualitas edamame.

"Ke depan kami akan melakukan penetrasi pasar ke negara-negara di Eropa dan kawasan Timur Tengah. Selain itu, pasar Asia juga masih menjadi sasaran utama. Selain Jepang, kami akan melakukan perluasan ke Singapura dan Malaysia," tutup Imam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×