kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ekspansi Gerai dan Harga Emas Tinggi Jadi Penopang HRTA, Cek Rekomendasinya


Selasa, 30 Juni 2026 / 16:48 WIB
Ekspansi Gerai dan Harga Emas Tinggi Jadi Penopang HRTA, Cek Rekomendasinya
ILUSTRASI. Hartadinata Abadi (HRTA) Perkenalkan Dua Produk Emas Tematik (DOK/HRTA)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dinilai masih menarik hingga sisa tahun 2026. 

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ester Mulyani, mengatakan prospek HRTA masih konstruktif setelah perusahaan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sangat kuat pada kuartal I-2026. 

HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp 20,16 triliun atau melonjak 196,96% secara tahunan (YoY). Sementara itu, laba bersih mencapai Rp 433,49 miliar atau tumbuh 189,48% YoY. Menurut Ester, lonjakan tersebut ditopang oleh kenaikan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% YoY dan peningkatan harga jual rata-rata sebesar 71,01% YoY menjadi Rp2.567.213 per gram.

Baca Juga: Manajemen Keuangan Efisien dengan Spread USDT Rendah di Platform Crypto Institusional

"Ekspansi jaringan ritel memperkuat jangkauan distribusi sekaligus likuiditas dari perputaran emas ke kas. Saya memandang pendapatan sepanjang tahun 2026 berpotensi tumbuh ditopang permintaan safe haven yang masih kuat," ungkap Ester kepada Kontan, Senin (29/6/2026).

Hingga akhir kuartal I-2026, HRTA telah memiliki 85 gerai dan menargetkan penambahan 15 gerai baru sehingga total gerai mencapai 100 unit pada tahun ini.

Ester memproyeksikan pendapatan HRTA sepanjang 2026 masih berpotensi bertumbuh seiring kuatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Di sisi lain, harga emas diperkirakan tetap bertahan pada level tinggi, yakni di kisaran US$ 4.300 hingga US$ 5.000 per troy ounce. 

Proyeksi tersebut didukung oleh tingginya permintaan bank sentral, ketidakpastian geopolitik, dan minat investor terhadap aset safe haven, meski tetap sensitif terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Selain itu, kapasitas produksi terintegrasi sebesar 60 ton per tahun, posisi HRTA sebagai pemasok domestik dalam ekosistem bullion bank, serta peluang memperoleh sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) menjadi katalis tambahan bagi perseroan. 

"Meski demikian, perlu digaris bawahi bahwa pertumbuhan laba kemungkinan besar melambat dari basis tinggi 2025 dan kualitasnya lebih bertumpu pada volume ketimbang ekspansi margin," lanjutnya.

Dari sisi katalis, Ester menilai sertifikasi LBMA berpotensi mempersempit selisih harga dengan pesaing sekaligus meningkatkan margin bersih. Penguatan ekosistem bullion bank, meningkatnya permintaan institusional termasuk pengembangan ETF emas, kebijakan bea ekspor emas mentah yang lebih tinggi, hingga membaiknya arus kas bebas yang mencapai Rp 890 miliar pada 2025 juga menjadi sentimen positif bagi HRTA.

Namun demikian, ia mengingatkan sejumlah risiko yang perlu dicermati. Salah satunya adalah tekanan margin akibat bauran produk yang semakin didominasi bullion. 

Hal tersebut tercermin dari penurunan gross profit margin (GPM) menjadi 4,31% pada 2025 dan kembali turun menjadi 3,69% pada kuartal I-2026. Margin produk bullion rata-rata hanya sekitar 4%, lebih rendah dibandingkan margin perhiasan yang berada di kisaran 11%–12%.

Selain itu, volatilitas harga emas, potensi tertundanya sertifikasi LBMA, serta pelemahan daya beli masyarakat yang dapat menekan permintaan perhiasan juga menjadi risiko yang dapat memengaruhi kinerja HRTA ke depan.

Dari sisi teknikal, Ester menilai saham HRTA masih berada dalam tren turun (downtrend) dan sedang menguji area support di kisaran Rp 1.700–Rp 1.750 per saham yang berdekatan dengan rata-rata pergerakan 200 hari (MA200). 

Meski tren jangka pendek masih bearish, indikator MACD mulai menunjukkan pelemahan momentum penurunan, sementara Stochastic RSI telah berada di area oversold sehingga membuka peluang terjadinya technical rebound apabila area support mampu bertahan.

Ester merekomendasikan investor mulai melakukan akumulasi apabila harga mampu menembus level Rp 1.790 per saham, dengan target harga di kisaran Rp 1.900 - Rp 1.950 per saham, dengan support Rp1.680 per saham.

Baca Juga: IHSG Anjlok 3,05% ke 5.643 pada Selasa (30/6/2026), ESSA, BRPT, MDKA Top Losers LQ45

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×