kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ekonomi Inggris turun, kurs pondsterling melemah terhadap yen


Minggu, 11 Agustus 2019 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. Berbagai mata uang dunia


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Inggris yang turun menyeret pasangan mata uang GBP/JPY. Mengutip Bloomberg di pasar spot, poundsterling tercatat melemah 1,17% terhadap yen di level 127,2190 pada Jumat (9/8).

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan, poundsterling tak berdaya di hadapan yen karena ekonomi Inggris menyusut di tengah semakin memburuknya persoalan Brexit.

Baca Juga: Gara-gara Brexit, pertumbuhan ekonomi Inggris menyusut

Data gross domestic product (GDP) Inggris di kuartal II 2019 menunjukkan penurunan sebesar 0,2%. Penurunan tersebut baru pertama kali terjadi sejak 12 tahun lalu. Sebagai perbandingan di kuartal I 2019 ekonomi Inggris masih tumbuh 0,5%.

"Pelemahan poundsterling tertekan ketidakpastian politik di Inggris terkait Brexit dan menyusutnya ekonomi Inggris," kata Yudi, Jumat (9/8).

Sementara, yen berjaya di hadapan poundsterling juga karena didukung faktor yen yang menjadi aset safe haven saat ketidakpastian global melanda.

Baca Juga: Gerak EUR/GBP masih dalam ancaman Brexit

Munculnya pernyataan perdana menteri Inggris Boris Johnson yang cenderung akan keluar dari Eropa secara hard Brexit menimbulkan kekhawatiran. Yudi memproyeksikan, pasangan GBP/JPY masih akan bergerak turun menuju area support.

Untuk perdagangan Senin, (12/8) Yudi memproyeksikan rentang support di 127,2500-127,6500 dan resistance di 129,4000-129,7000. Yudi merekomendasikan sell untuk GBP/JPY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×