kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonomi Eropa melambat, mata uang Asia lemas


Kamis, 05 Juli 2012 / 10:41 WIB
ILUSTRASI. Suasana aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Mayoritas mata uang di kawasan regional melemah pada transaksi pagi ini. Salah satunya adalah mata uang Garuda. Pada pukul 09.23 waktu Jakarta, rupiah melemah 0,3% menjadi 9.394 per dollar AS. Sementara itu, baht Thailand melemah 0,2% menjadi 31,53, ringgit Malaysia melemah 0,2%, dan won Korea Selatan melemah 0,1% menjadi 1.136,97.

Kondisi itu menyebabkan Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index menurun, dengan tingkat volatilitas 60 harian stabil di level 3,51%. Di sisi lain, Dollar Index, yang mengukur kekuatan si hijau terhadap enam mata uang utama dunia, mencatatkan kenaikan sebesar 0,5%.

Pelemahan mata uang Asia mengindikasikan perlambatan ekonomi di Eropa semakin memburuk. Hal itu yang kemudian menyulut permintaan aset-aset aman seperti dollar AS.

"Permintaan dollar semakin meningkat karena investor ingin mengamankan posisinya sebelum digelarnya pertemuan Bank Sentral Eropa," jelas Disawat Tiaowvanich, currency trader Bangkok Bank Plc.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×