kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.955   43,00   0,24%
  • IDX 6.039   -32,62   -0,54%
  • KOMPAS100 780   -4,98   -0,63%
  • LQ45 598   -3,56   -0,59%
  • ISSI 209   -1,56   -0,74%
  • IDX30 331   -2,02   -0,61%
  • IDXHIDIV20 422   -2,60   -0,61%
  • IDX80 89   -0,57   -0,64%
  • IDXV30 114   -0,62   -0,54%
  • IDXQ30 108   -0,42   -0,39%

Ekonom: Dampak virus corona masih menekan obligasi jangka pendek


Selasa, 26 Mei 2020 / 17:55 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Obligasi.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

Di tengah kondisi saat ini, sebenarnya aliran dana asing kembali mengalir ke pasar obligasi dalam negeri. Asal tahu saja, merujuk data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, dana asing yang berada di Surat Berharga Negara (SBN) tercatat capai Rp 1.850,29 triliun hingga Rabu (20/5). Jumlah tersebut sudah lebih tinggi ketimbang di awal Mei yang baru Rp 1.833,65 triliun.

Kendati demikian, Fikri menilai aliran dana asing sifatnya relatif temporer karena secara fundamental perekonomian Indonesia di kuartal II-2020 akan terdampak cukup signifikan akibat pandemi virus corona. 

Baca Juga: Pengamat: Dampak new normal ke pasar modal masih sulit diperkirakan

Lebih lanjut, dia mengkhawatirkan hal tersebut akan kembali memberi tekanan pada pasar SUN dan pasar keuangan domestik.

“Secara jangka pendek, setidaknya hingga tiga bulan mendatang, pasar obligasi masih akan cenderung stabil dengan volatilitas terbatas. Namun dalam enam bulan ke depan, jika pandemi sudah ditangani dengan lebih baik, seharusnya pasar SUN akan sangat menarik dengan aliran modal asing yang cukup kuat juga,” pungkas Fikri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×