kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.958   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.020   135,95   2,31%
  • KOMPAS100 783   19,71   2,58%
  • LQ45 592   13,78   2,38%
  • ISSI 208   5,01   2,46%
  • IDX30 335   8,11   2,48%
  • IDXHIDIV20 412   9,41   2,34%
  • IDX80 89   2,18   2,52%
  • IDXV30 112   2,77   2,55%
  • IDXQ30 108   2,71   2,58%

Efisiensi Jadi Andalan,WICO Fokus Bisnis Healthcare Setelah Tinggalkan Consumer Goods


Kamis, 25 Juni 2026 / 12:35 WIB
Efisiensi Jadi Andalan,WICO Fokus Bisnis Healthcare Setelah Tinggalkan Consumer Goods
ILUSTRASI. Contoh produk yang didistribusikan Wicaksana Overseas International (DOK/WICO)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) tengah fokus untuk menguatkan segmen healthcare setelah menghentikan lini consumer goods sambil memperbaiki profitabilitas dan arus kas pada 2026. 

Direktur Wicaksana Overseas International, Theodorus Warlando Ginting mengatakan bisnis healthcare menawarkan prospek pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dibandingkan consumer goods. 

Oleh karena itu, manajemen WICO memutuskan untuk melakukan penataan ulang portofolio usaha agar pertumbuhan ke depan lebih berkualitas sekaligus memperkuat fondasi bisnis.

"Tahun ini merupakan fase transformasi dan konsolidasi, kami melakukan penataan ulang portofolio usaha dengan fokus pada segmen healthcare," kata Theodorus dalam paparan publik, Kamis (25/6/2026). 

Baca Juga: IDX Sector Healthcare Melonjak 43,78% Sepanjang 2025, Begini Prospeknya Tahun Ini

Pria yang akrab dipanggil Theo ini mengatakan fokus utama WICO tahun bukan meluncurkan produk bermerek sendiri, tetapi menguatkan model bisnis dan kapasitas distribusi healthcare melalui perluasan kerja sama dengan principal global. 

"Pengembangan produk dengan merek sendiri tetap menjadi opsi strategis ke depan, namun akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, regulasi, serta peluang pasar,” ucap Theo. 

Menurutnya, kontribusi penjualan sepanjang 2026 masih akan didominasi produk yang dipasarkan melalui para principal. Langkah ini dinilai efektif untuk memperkuat bisnis inti sebelum melakukan ekspansi produk bermerek sendiri.

Direktur Wicaksana Overseas International Andika Laksamana Putra menambahkan, strategi WICO pada 2026 ini juga diarahkan pada pertumbuhan yang lebih sehat. Healthcare diposisikan sebagai kontributor utama terhadap pendapatan.

"Untuk 2026, secara strategis kami memfokuskan diri pada pertumbuhan yang lebih berkualitas dengan menempatkan segmen healthcare sebagai kontributor utama terhadap pendapatan,” kata Andika. 

Manajemen WICO masih enggan menyebut secara rinci target top line dan bottom line pada akhir 2026 ini. Namun, kata Andika, WICO akan meningkatkan efisiensi yang telah dijalankan selama transformasi bisnis. 

Dia berharap dapat meningkatkan profitabilitas sekaligus memperkuat arus kas. Manajemen WICO pun juga belum memasang target berapa penghematan biaya yang akan dicapai pada tahun buku 2026. 

Namun yang pasti, kata Andika, manajemen WICO akan memprioritaskan optimalisasi struktur biaya operasional, efisiensi rantai pasok dan logistik, serta penguatan pengelolaan modal kerja, terutama pada persediaan dan piutang.

“Kami tidak mengungkapkan target nominal penghematan biaya secara spesifik, tetapi kami menargetkan efisiensi yang berkelanjutan dibandingkan dengan struktur biaya sebelum transformasi yang dilakukan pada 2025,” ucapnya. 

Baca Juga: Sawit Sumbermas (SSMS) Tancap Gas pada 2026, Efisiensi dan Ekspansi Jadi Andalan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×