kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Efek neraca perdagangan masih akan tekan rupiah


Selasa, 18 Agustus 2015 / 21:42 WIB
Efek neraca perdagangan masih akan tekan rupiah


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Mata uang garuda masih mencatat rapor merah. Data neraca perdagangan dalam negeri tergolong mengecewakan sehingga mendorong pelemahan rupiah.

Mengutip Bloomberg, Selasa (18/8) pukul 16.15 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di Pasar Spot menguat tipis 0,16% ke level Rp 13.800. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah mencapai Rp 13.831 per dollar AS, melemah 0,5% dibanding penutupan Jumat pekan lalu.

Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang Bank Mandiri mengatakan, neraca perdagangan bulan Juli 2015 sebenarnya surplus US$ 1,3 miliar, melesat hingga dua kali lipat dari perkiraan sebesar US$ 600 juta.

Namun, surplus neraca perdagangan disebabkan oleh angka impor yang turun lebih dalam, bukan ekspor yang mencatat kenaikan. "Penurunan impor mencapai 29% yoy, sementara ekspor turun 19% yoy," ujar Rully.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) masih menahan tingkat suku bunga di level 7,5%, sesuai dengan proyeksi Rully. "Kemungkinan BI rate sampai akhir tahun tetap," imbuhnya.

Di sisi lain, mata uang dollar AS masih cukup kuat menekan rupiah. Hal tersebut terlihat dari nilai tukar rupiah yang masih berada di level Rp 13.800 per USD.

Rully menduga efek neraca perdagangan masih akan menekan rupiah. Apalagi jika data perumahan di Amerika Serikat yang akan dirilis Selasa malam menunjukkan hasil positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×