kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Dua sentimen ini menggerus saham-saham perbankan


Senin, 13 Agustus 2018 / 14:58 WIB
ILUSTRASI. Papan perdagangan saham IHSG


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krisis mata uang Turki dan jebolnya defisit transaksi berjalan (CAD) ke batas 3% menekan kinerja saham emiten perbankan. Hingga akhir perdagangan sesi I hari ini, indeks sektor keuangan turun hingga 4%. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang.

Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana Putra mengatakan, tekanan indeks di sektor finansial karena gabungan dari krisis Turki dan CAD. Kedua sentimen tersebut bakal menjadi trigger tekanan di sektor finansial.

"Jadi, arah krisis mata uang (Turki) ini pasti ke perbankan. Karena bisnisnya relatif rentan terhadap nilai tukar. Memang awalnya pasti ke perbankan," kata Aditya kepada Kontan, Senin (13/8).

Sementara itu, rekor defisit neraca transaksi berjalan berada di luar ekspektasi pasar, sehingga risiko terhadap nilai tukar pun bisa semakin dalam. Menurutnya, ketika terjadi krisis keuangan dan gejolak nilai tukar, maka sektor finansial bakan menjadi korban pertama. "Di luar, semua sektor juga akan terkena dampaknya," jelasnya.

Terkait pelemahan indeks sektor perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang anjlok 6,19% di sesi perdagangan I hari ini, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 6,46%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok 6,58% dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,83%, lebih karena kondisi non performing loan (NPL) atau risiko kredit macet perbankan tersebut.

"Kenapa BMRI lebih dalam? Karena risio NPL yang lebih tinggi, sedangkan yang agak stabil adan BBRI dan BBCA," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×