kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Dua hari jelang masa maksimal suspensi AISA, berikut respons BEI


Kamis, 02 Juli 2020 / 19:08 WIB
ILUSTRASI. Produk-produk dari AISA ( PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk ).foto/KONTAN/Daniel Prabowo


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penghentian sementara (suspensi) saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan mencapai masa maksimal suspensi (24 bulan) pada 5 Juli 2020. Dengan begitu, pekan ini menjadi waktu penentuan apakah saham AISA bakal terkena penghentian perdagangan (delisting) atau tidak.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya tengah menelaah kembali kewajiban-kewajiban yang sudah disampaikan manajemen Tiga Pilar Sejahtera Food (TPS Food). "Kami sedang review kelengkapan dokumen dan substansi informasinya," kata Nyoman melalui pesan singkat, Kamis (2/7).

Baca Juga: Ini yang Bikin Tiga Pilar (AISA) Mencetak Laba Bersih Rp 1,13 Triliun di 2019

Untuk mengakhiri suspensi saham dan menghilangkan potensi delisting tersebut, TPS Food harus memenuhi sejumlah kewajiban yang diminta oleh BEI. Mulai dari penyampaian laporan keuangan triwulanan, laporan keuangan tahunan, dan pembayaran denda keterlambatan penyampaian laporan.

Pada minggu ketiga Juni 2020, TPS Food telah menyampaikan sejumlah kewajiban tersebut, antara lain laporan keuangan triwulan 1, 2, dan 3 tahun 2018 serta laporan keuangan triwulan 1 dan 3 tahun 2019. Kemudian, pada tanggal 2 Juli 2020, TPS Food melengkapi kewajibannya dengan menyampaikan laporan keuangan tahunan 2019.

Berdasarkan keterbukaan informasi AISA pada Selasa (30/6), manajemen AISA juga telah memenuhi kewajiban finansial kepada BEI. 
"Telah dilunasi pada 30 Juni 2020 dan untuk utang-utang yang tunduk pada putusan homologasi akan mengikuti jadwal pembayaran sesuai putusan homologasi yang sisanya akan dibayarkan pada 31 Desember 2020," tulis manajemen TPS Food melalui surat ke BEI tanggal 30 Juni 2020 yang ditandatangi Direktur Utama AISA Lim Aun Seng dan Direktur AISA Ernest Alto.

Dengan terpenuhinya kewajiban-kewajiban tersebut, manajemen TPS Food berharap, BEI berkenan mengakhiri suspensi AISA dan mengeluarkannya dari daftar perusahaan terbuka yang berada dalam potensi delisting. Sebagai informasi, saham produsen snack Taro ini dihentikan sementara perdaganganya mulai 5 Juli 2018 dan berada di level Rp 168 per saham.

Baca Juga: Tiga Pilar (AISA) berharap BEI cabut suspensi usai penuhi seluruh kewajiban

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×