Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Dengan laba bersih 2025 sebesar Rp 132,21 miliar, BOLT membagikan sekitar 88,6% dari keuntungannya sebagai dividen.
Rasio ini jauh lebih tinggi dibanding MLPT, menandakan strategi yang lebih agresif dalam mengembalikan keuntungan kepada pemegang saham, meski tetap ditopang oleh saldo laba ditahan Rp 417,08 miliar dan ekuitas Rp 1,05 triliun.
Jadwal pembagian dividen BOLT juga lebih awal. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 5 Mei 2026 dan ex dividen pada 6 Mei 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen berlangsung pada 8 Mei 2026 dan ex dividen pada 11 Mei 2026.
Baca Juga: Roda Vivatex (RDTX) Tebar Dividen Interim Rp 53,76 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya
Daftar pemegang saham yang berhak ditetapkan pada 8 Mei 2026, sementara pembayaran dividen dilakukan pada 26 Mei 2026.
Berbeda dengan MLPT, pergerakan saham BOLT cenderung lebih stabil. Pada penutupan 4 Mei 2026, sahamnya berada di level Rp 920, naik 2,22% secara harian, meski secara tahun berjalan masih terkoreksi 9,8%.
Secara keseluruhan, perbandingan ini menunjukkan kontras strategi dividen kedua emiten. MLPT memilih menjaga keseimbangan antara pembagian laba dan penguatan internal, sedangkan BOLT lebih royal dengan membagikan hampir seluruh laba kepada investor.
Bagi pelaku pasar, perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam menilai daya tarik saham, baik dari sisi yield dividen maupun prospek pertumbuhan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













