Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali catatkan kinerja yang kurang memuaskan. Dari segi pendapatan, WSBP pada kuartal I-2020 hanya berhasil membukukan Rp 754 miliar.
Hasil tersebut tercatat turun dalam dibanding periode yang sama pada tahun 2019 di mana WSBP berhasil membukukan pendapatan hingga Rp 2.201 triliun.
Demikian juga dengan laba bersih, anak perusahaan plat merah ini hanya berhasil kantongi Rp 187 miliar pada tiga bulan pertama. Angka tersebut terkoreksi 52,1% dibanding laba bersih kuartal I-2019 yang mencapai Rp 391 miliar.
Analis Sucor Sekuritas Joey Faustian mengatakan, raihan tersebut berada di bawah ekspektasi pasar dan hanya memenuhi 11% dari proyeksi konsensus sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Kinerja Waskita Beton Precast (WSBP) tertekan, begini rekomendasi analis
"Dengan kinerja yang di bawah perkiraan kami, ditambah kontrak baru yang hanya mencapai Rp 667 miliar hingga akhir April kemarin (turun 71% secara year on year), kami akan mereview kembali proyeksi kami untuk WSBP pada tahun ini," ujar Joey kepada Kontan.co.id, Senin (29/6).
Lebih lanjut, Joey menjelaskan dari segi fundamental, WSBP dapat dibilang cukup melemah imbas dari pencapaian kontrak yang kurang maksimal tersebut.
Meski dari tingkat utang tidak banyak perubahan, gearing stabil di 74% di mana periode yang sama pada 2019 ada di 75%, namun Joey menyebut net gearing naik dari 69% ke 72%.
Ditambah lagi orderbook WSBP juga kembali mengalami penurunan ke Rp 16,2 triliun. Padahal level tertinggi pada 2017 sempat ada di Rp 18 triliun.
"Oleh sebab itu, prospek dan katalis positif untik WSBP masih cukup minim imbas kontrak baru yang masih sangat sedikit hingga April kemarin. Meski ada niatan dari WSBP untuk meningkatkan porsi kontrak eksternal, kelihatannya progress masih cukup sulit di 2020 karena banyak project tender yang delay," lanjut Joey.
Joey pun menambahkan, kinerja PT Waskita Karya Tbk (WSKT) selaku bapak perusahaan WSBP juga kurang baik. Tercermin dari kontrak baru WSKT yang masih minim, yakni Rp 4 triliun hingga April 2020 atau turun 32% yoy.
"Oleh sebab itu, saya merevisi proyeksi target kontrak baru WSBP pada tahun ini. Asumsi kontrak baru akan turun ke sekitar Rp 6 triliun - Rp 7 triliun, dari semula Rp 9 triliun atau hanya setengah dari target WSBP di awal tahun Rp 11,9 triliun," jelas Joey.
Baca Juga: Cegah penyebaran virus corona, ini yang dilakukan Waskita Beton Precast (WSBP)
Semula Joey memproyeksikan pendapatan WSBP pada tahun ini akan mencapai Rp 8,34 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 935 miliar. Namun, dengan kinerja terbaru WSBP yang kurang baik, Joey mengaku akan merevisi kembali proyeksi tersebut.
Kendari demikian, Joey merekomendasikan untuk buy saham WSBP dengan target price Rp 300. Sementara analis Danareksa Sekuritas Maria Renata juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 240 per saham.
Adapun saham WSBP diperdagangkan turun 1,51% ke Rp 196 pada Senin (29/6).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)