kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

DSNG target produksi CPO naik 20%


Kamis, 08 Mei 2014 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Angkasa Pura I memprediksi Angkutan Nataru 2022 optimistis naik hingga 57% menjadi 3,21 juta penumpang.ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) agaknya akan terus memperbesar penetrasi pasar di dalam negeri. Emiten sawit dan pengolahan kayu ini bakal meningkatkan produksi crude palm oil (CPO) hasil produksinya.

"Tahun ini produksinya akan kami tingkatkan minimal 15%-20%," tandas Andrianto Oetomo, Wakil Direktur Utama DSNG, (8/5). Catatan saja, produksi CPO DSNG tahun lalu tercatat sebesar 336.000 ton. Artinya, produksi CPO DSNG tahun ini ditargetkan minimal 386.400 ton hingga 403.200 ton.

Angka serupa juga ditargetkan untuk pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) DSNG tahun ini. Jika tahun lalu TBS produksi DSNG sebesar 1,24 juta ton, berarti tahun ini produksinya ditargetkan meningkat jadi 1,43 juta ton-1,49 juta ton.

Kenaikan produksi seiring dengan rencana perusahaan menaikkan lahan tertanam DSNG menjadi 80.000 hektar. Selama ini, lahan tertanam DSNG tercatat seluas 70.000 hektar. Sementara, total lahan yang dimiliki DSNG saat ini sebesar 170.000 hektar.

Namun, Andrianto masih enggan merinci baik itu target pendapatan dan laba bersih perusahaan tahun ini. "Karena kalau komoditas itu susah, jadi yang penting kami mengejar efisiensi," tambahnya.

Tapi yang jelas, efisiensi merupakan kunci bisnis DSNG. Dari segi efektifitas DSNG mampu memproduksi CPO 6,4 ton per hektar dari lahannya. Dari segi efisiensi, biaya produksi atau cash cost untuk mengolah CPO dari bahan mentah menjadi bahan jadi sebesar Rp 3,8 juta per ton.

Tahun lalu, cash cost produksi CPO DSNG sebesar Rp 4,2 juta per ton. Berarti, ada penurunan cash cost sekitar 9% disini. "Jadi, bisa dibilang kami paling efisien" pungkas Andrianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×