kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Ditopang Harga Batubara & Kontrak Penjualan Kuat di 2026, Cek Rekomendasi Saham ITMG


Kamis, 09 April 2026 / 17:43 WIB
Ditopang Harga Batubara & Kontrak Penjualan Kuat di 2026, Cek Rekomendasi Saham ITMG
ILUSTRASI. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan penurunan kinerja keuangan (DOK/ITMG)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada tahun 2026 dinilai masih stabil, meskipun diwarnai berbagai dinamika baik dari sisi global maupun industri batubara.

Analis Maybank Sekuritas, Hasan Barakwan, mengungkapkan visibilitas kinerja ITMG dalam jangka pendek masih sangat baik. 

Hal ini ditopang oleh kuatnya kontrak penjualan di awal tahun, sehingga memberikan kepastian pendapatan dalam waktu dekat. Sehingga terdapat potensi perbaikan dari sisi biaya operasional pada paruh kedua 2026.

Selain itu, harga batubara acuan yang lebih tinggi serta peningkatan average selling price (ASP) berpotensi mengimbangi prospek produksi yang relatif lebih lemah.

Baca Juga: Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan

Lebih lanjut perlu diketahui, meski belum sepenuhnya rampung, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat telah menyetujui sekitar 580 juta ton produksi batubara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 per Senin (6/4/2026).

Hasan mencatat, walau persetujuan penuh RKAB tahunan masih menunggu, ITMG menargetkan produksi kuartal I 2026 sebesar 5,1 juta ton (termasuk uji coba tambang NPR sebesar 0,1 juta ton), dengan dukungan kuota kuartal I yang telah diamankan. 

 

"Perusahaan memperkirakan hanya akan ada penyesuaian moderat untuk target setahun penuh," jelas Hasan dalam riset 10 Maret 2026.

Senada, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa penetapan kuota produksi batubara nasional dalam RKAB 2026 serta kenaikan harga batubara global menjadi sentimen positif bagi kinerja ITMG.

Ia menjelaskan, ITMG menargetkan volume penjualan batubara pada kuartal I-2026 sebesar 6,8 juta ton. Angka tersebut mencerminkan sekitar 27,5% dari total volume penjualan yang dicatatkan perseroan pada tahun buku 2025 sebesar 24,7 juta ton.

“Dengan target produksi dan penjualan tersebut, ITMG memiliki perlindungan yang cukup kuat terhadap volatilitas harga batubara dalam jangka pendek,” ujar Nafan kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Penurunan Harga Batubara Memicu Lesunya Kinerja Indo Tambangraya Megah (ITMG)

Hasan juga menyebut visibilitas penjualan ITMG pada kuartal I-2026 tergolong sangat kuat. Hal ini tercermin dari target penjualan sebesar 6,8 juta ton tersebut bahkan telah terkontrak sekitar 98% - 99%.

Selain itu, perseroan juga memiliki tambahan buffer pasokan sekitar 3 juta sampai 4 juta ton batubara dari pihak ketiga untuk sepanjang tahun.

Di sisi operasional, Hasan mencermati adanya peningkatan sementara strip ratio pada kuartal I-2026 ke kisaran 9,0-12,6 kali. Kenaikan ini dipicu oleh aktivitas pre-stripping di sejumlah tambang utama, seperti Bharinto Ekatama (BEK) dan Indominco Mandiri (IMM).

Namun demikian, manajemen memperkirakan strip ratio tersebut akan menurun secara bertahap seiring berjalannya waktu. Penurunan ini diharapkan dapat mendorong efisiensi biaya operasional, khususnya pada paruh kedua 2026.

Lebih lanjut Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dalam riset 31 Maret 2026 mengungkapkan bahwa ITMG berpeluang diuntungkan dari tren penguatan harga batubara, yang tercermin dari revisi naik asumsi average selling price (ASP) untuk periode 2026-2028.

“Kami menaikkan asumsi ASP tahun 2026–2028 masing-masing menjadi US$ 101, US$ 83, dan US$ 72 per ton, sejalan dengan proyeksi harga batu bara Newcastle yang juga lebih tinggi,” ujar Kafi.

Baca Juga: Harga Batubara dan Aluminium Menanjak Jadi Sinyal Positif bagi Kinerja Grup Alamtri

Ia menjelaskan, asumsi harga batubara Newcastle diperkirakan berada di level US$ 130 per ton pada 2026, US$ 120 per ton pada 2027, dan US$ 110 per ton pada 2028. 

Proyeksi ini mencerminkan skenario moderat peningkatan permintaan batubara di tengah dinamika geopolitik, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Dari laporan keuangan, pendapatan bersih ITMG terkoreksi 18,26% year on year (yoy) menjadi US$ 1,88 miliar pada 2025, dari tahun sebelumnya US$ 2,30 miliar.

Pun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga susut sebesar 48,96% yoy menjadi US$ 190,94 juta pada 2025, dari sebelumnya yaitu US$ 374,12 juta.

Kendati demikian, Hasan memperkirakan kinerja keuangan ITMG pada 2026 akan mengalami perbaikan.

Di mana pendapatan diproyeksi mencapai US$ 2,11 miliar, meningkat 12,4% dibandingkan realisasi 2025 Sejalan dengan itu, laba bersih juga diproyeksikan naik 11,5% menjadi US$ 213 juta pada 2026.

Baca Juga: Musim Dingin Segera Tiba Memanaskan Harga Batubara

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Nafan merekomendasikan saham ITMG untuk hold dan target harga di level Rp 28.525 per saham.

Ada pun Hasan dan Kafi sama-sama merekomendasikan buy ITMG dengan target harga masing-masing Rp 33.500 dan 34.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×