Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada tahun 2026 dinilai masih stabil, meskipun diwarnai berbagai dinamika baik dari sisi global maupun industri batubara.
Analis Maybank Sekuritas, Hasan Barakwan, mengungkapkan visibilitas kinerja ITMG dalam jangka pendek masih sangat baik.
Hal ini ditopang oleh kuatnya kontrak penjualan di awal tahun, sehingga memberikan kepastian pendapatan dalam waktu dekat. Sehingga terdapat potensi perbaikan dari sisi biaya operasional pada paruh kedua 2026.
Selain itu, harga batubara acuan yang lebih tinggi serta peningkatan average selling price (ASP) berpotensi mengimbangi prospek produksi yang relatif lebih lemah.
Baca Juga: Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan
Lebih lanjut perlu diketahui, meski belum sepenuhnya rampung, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat telah menyetujui sekitar 580 juta ton produksi batubara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 per Senin (6/4/2026).
Hasan mencatat, walau persetujuan penuh RKAB tahunan masih menunggu, ITMG menargetkan produksi kuartal I 2026 sebesar 5,1 juta ton (termasuk uji coba tambang NPR sebesar 0,1 juta ton), dengan dukungan kuota kuartal I yang telah diamankan.
"Perusahaan memperkirakan hanya akan ada penyesuaian moderat untuk target setahun penuh," jelas Hasan dalam riset 10 Maret 2026.
Senada, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa penetapan kuota produksi batubara nasional dalam RKAB 2026 serta kenaikan harga batubara global menjadi sentimen positif bagi kinerja ITMG.
Ia menjelaskan, ITMG menargetkan volume penjualan batubara pada kuartal I-2026 sebesar 6,8 juta ton. Angka tersebut mencerminkan sekitar 27,5% dari total volume penjualan yang dicatatkan perseroan pada tahun buku 2025 sebesar 24,7 juta ton.
“Dengan target produksi dan penjualan tersebut, ITMG memiliki perlindungan yang cukup kuat terhadap volatilitas harga batubara dalam jangka pendek,” ujar Nafan kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Penurunan Harga Batubara Memicu Lesunya Kinerja Indo Tambangraya Megah (ITMG)
Hasan juga menyebut visibilitas penjualan ITMG pada kuartal I-2026 tergolong sangat kuat. Hal ini tercermin dari target penjualan sebesar 6,8 juta ton tersebut bahkan telah terkontrak sekitar 98% - 99%.
Selain itu, perseroan juga memiliki tambahan buffer pasokan sekitar 3 juta sampai 4 juta ton batubara dari pihak ketiga untuk sepanjang tahun.
- Harga Batubara
- ITMG
- rekomendasi saham
- rekomendasi saham hari ini
- Pendapatan Bersih ITMG
- Laba Bersih ITMG
- Investasi Batubara
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
- ITMG
- Target Produksi ITMG
- Rekomendasi Saham ITMG
- Rekomendasi Saham Batubara
- saham ITMG
- target harga ITMG
- Kinerja ITMG
- Dividen ITMG
- Prospek ITMG 2026
- Analisis ITMG













