CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.008,20   -7,80   -0.77%
  • EMAS973.000 0,21%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Direktur Utama Austindo (ANJT) Lucas Kurniawan Memilih Investasi yang Likuid


Minggu, 15 Mei 2022 / 05:53 WIB
Direktur Utama Austindo (ANJT) Lucas Kurniawan Memilih Investasi yang Likuid
ILUSTRASI. Direktur Utama Austindo Lucas Kurniawan menempatkan mayoritas investasi di saham, SBN, dan reksadana, yakni sekitar 70%-80%.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Likuiditas suatu instrumen menjadi pertimbangan utama bagi Direktur Utama PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) Lucas Kurniawan dalam menempatkan dana investasi. Menurut dia, investasi memang bertujuan untuk mengembangkan uang, tetapi saat ada kebutuhan mendesak, dana investasi sebaiknya juga mudah dicairkan.

Oleh sebab itu, deposito, surat berharga pemerintah, saham, dan reksadana merupakan instrumen investasi yang menjadi andalan Lucas. Keempat instrumen tersebut dapat dengan mudah dikonversi menjadi dana tunai.

Perjalanan Lucas dalam berinvestasi dimulai ketika dia sudah mempunyai penghasilan sendiri. Pada tahun 1993, Lucas memulai kariernya dengan bekerja di Kantor Akuntan Publik Siddharta, Siddharta dan Widjaja (dahulu Siddharta, Siddharta dan Harsono) sampai dengan tahun 1998.

Baca Juga: Strategi Investasi: Parkir Sejenak di Pasar Uang Agar Cuan Tak Hilang

Peraih gelar Sarjana Ekonomi di bidang Akuntansi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta ini sadar bahwa penghasilan yang dia sisihkan untuk ditabung tidak cukup berkembang jika hanya disimpan di tabungan. Alhasil, dia mulai mencoba menempatkan dananya di instrumen investasi agar dapat berkembang, setidaknya mengimbangi laju inflasi.

Pada masa awal tersebut, Lucas menginvestasikan dananya di deposito. Pasalnya, produk perbankan ini mudah dipahami karena memberikan tingkat imbal hasil pasti serta relatif aman karena tersedia jaminan dari pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kemudian, seiring berkembangnya pasar modal dan pasar uang, Lucas mulai mencoba memahami dinamika saham dan Surat Berharga Negara (SBN). Reksadana juga menjadi instrumen yang sangat membantunya dalam pengelolaan investasi.

Baca Juga: Simak Strategi Investasi Defensif di Tengah Ketidakpastian Global

Khusus untuk instrumen saham, Lucas berupaya memahami dinamika berdasarkan sektor usaha dan fundamental emiten. Mulai dari tata kelola, kekuatan bisnis, hingga komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan atau yang sering disebut ESG.

Sementara dalam memilih reksadana, hal yang menjadi pertimbangannya adalah reputasi dari fund manager, catatan kinerja reksadana, dan fokus dari investasi reksadana tersebut.

Selama berinvestasi, Lucas menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan diversifikasi, yakni pembagian/penyebaran dana investasi di dalam satu kelas aset. Ia hanya melakukan realokasi dengan melihat kondisi di pasar modal, tingkat imbal hasil yang diharapkan, dan terutama perkembangan kondisi ekonomi nasional dan global.

Lucas menyampaikan, mayoritas investasinya dialokasikan ke saham, SBN, dan reksadana, yakni sekitar 70%-80%. "Akan tetapi, di saat situasi tidak kondusif, maka saat dicairkan, dana ditempatkan di deposito," kata Lucas saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (13/5).

Baca Juga: Manajer Investasi Dihadapkan Pada Pilihan Dilematis Untuk Saham GOTO

Dia menyebut, kondisi makro ekonomi di dalam negeri maupun global penting diperhatikan, sebab ia pernah mengecap kerugian investasi saham akibat gejolak ekonomi. Hal ini sesuai dengan risiko investasi saham yang bersifat high risk high return karena harganya dapat sangat berfluktuasi akibat berbagai sentimen di pasar.

Pria yang diangkat sebagai Direktur Utama Austindo sejak November 2021 ini mengatakan bahwa dirinya belum ada rencana untuk menambah atau mencoba instrumen lainnya. Dia masih berfokus pada keempat instrumen tadi karena mempunyai likuiditas yang bagus.

Dalam menentukan instrumen investasi, pria yang menggemari budidaya anggrek ini juga selalu memperhatikan estimasi kebutuhan pendanaan. "Setidaknya untuk jangka satu sampai dua tahun ke depan," ucap Lucas.

Apabila membutuhkan likuiditas, maka yang sesuai adalah deposito, saham, atau beberapa jenis surat berharga. Namun, apabila tidak ada kebutuhan likuiditas yang tinggi, maka bentuk investasi lainnya seperti properti dapat menjadi pilihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




[X]
×