kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Bunga Acuan Tetap 5,75%, RDPT Masih Menarik Dicermati Investor


Kamis, 24 September 2026 / 06:15 WIB
Bunga Acuan Tetap 5,75%, RDPT Masih Menarik Dicermati Investor
ILUSTRASI. Reksadana pendapatan tetap (RDPT) masih menjadi salah satu instrumen yang menarik untuk dicermati investor (KONTAN/Muradi)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reksadana pendapatan tetap (RDPT) masih menjadi salah satu instrumen yang menarik untuk dicermati investor di tengah keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.

Namun, prospek RDPT tetap akan dipengaruhi oleh pergerakan yield obligasi, nilai tukar rupiah, serta arah kebijakan suku bunga ke depan.

Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Rabu (23/9/2026).

Di tengah kondisi tersebut, data Infovesta menunjukkan nilai aktiva bersih (NAB) industri reksadana pendapatan tetap tercatat sebesar Rp 209,91 triliun pada Agustus 2026. Nilai tersebut relatif stabil dibandingkan dengan Juli 2026 yang mencapai Rp 209,96 triliun.

Meski demikian, NAB RDPT pada Agustus masih berada di bawah level tertinggi sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 254,88 triliun pada Februari 2026. Perubahan valuasi obligasi serta dinamika arus dana investor menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan NAB RDPT.

Baca Juga: Begini Arah Pasar Saham Usai Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 5,75%

Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan mengatakan, kenaikan suku bunga tidak serta-merta membuat investor perlu mengurangi seluruh eksposur pada obligasi.

Menurutnya, prospek RDPT juga bergantung pada seberapa besar perubahan suku bunga telah tercermin dalam harga obligasi. Karena itu, pengelolaan portofolio secara aktif menjadi penting, terutama dari sisi durasi dan kualitas kredit.

“Kami tidak melihat setiap kenaikan suku bunga harus direspons dengan mengurangi seluruh eksposur obligasi. Yang lebih penting adalah bagaimana duration, kualitas kredit, dan entry point dikelola secara aktif,” kata Reza kepada Kontan, Rabu (23/9/2026).

Reza menambahkan, apabila tekanan inflasi dan nilai tukar tetap terkendali serta BI mampu menjaga stabilitas makroekonomi, pasar obligasi Indonesia masih memiliki ruang untuk kembali menarik bagi investor.

Harga Obligasi Turun Bisa Jadi Peluang

Sementara itu, Direktur Batavia Prosperindo Asset Management Eri Kusnadi mengatakan, daya tarik RDPT juga perlu dilihat berdasarkan posisi investor saat ini.

Bagi investor yang telah memiliki RDPT, tekanan pada harga obligasi akan tercermin dalam nilai pasar atau market value portofolionya. Sebaliknya, bagi investor yang belum masuk, penurunan harga obligasi dapat menciptakan peluang untuk memperoleh instrumen pada level harga yang lebih rendah.

Baca Juga: Berburu Dividen Jelang Cum Date, Ini yang Perlu Dicermati

“Saya posisikan dari sisi yang sudah beli dan belum beli. Kalau sudah beli, market value-nya memang sedang tertekan. Bagi yang belum beli justru menjadi menarik karena harganya sedang turun atau diskon,” ujar Eri.

Meski demikian, Eri mengatakan arah harga obligasi tetap bergantung pada perkembangan suku bunga dan nilai tukar rupiah. Perubahan kedua faktor tersebut dapat memengaruhi yield sekaligus valuasi instrumen obligasi yang menjadi underlying RDPT.

Menurut Eri, manajer investasi juga dapat menyesuaikan strategi portofolio berdasarkan ekspektasi terhadap arah suku bunga.

“Biasanya MI akan geser ke short duration kalau sudah ancang-ancang bunga akan naik,” pungkasnya.

Dengan demikian, RDPT masih memiliki daya tarik di tengah BI-Rate yang bertahan di level 5,75%. Namun, investor tetap perlu memperhatikan pergerakan yield obligasi, nilai tukar rupiah, serta strategi pengelolaan durasi dan kualitas kredit karena faktor-faktor tersebut akan turut menentukan kinerja RDPT ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×