kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Dipengaruhi Harga Komoditas, Begini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Migas


Minggu, 22 Februari 2026 / 13:12 WIB
Dipengaruhi Harga Komoditas, Begini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Migas
ILUSTRASI. Energi Mega Persada, ENRG (DOK/Energi Mega Persada)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Sedangkan ENRG adalah emiten migas yang paling gencar dalam melakukan ekspansi blok.

Sementara itu, Head of Equity Research DBS Vickers Sekuritas Indonesia, William Simadiputra menyoroti perusahaan minyak besar terus mengungguli harga minyak. Pihaknya memproyeksikan harga minyak mentah Brent rata-rata antara US$ 62 – US$ 67 per barel pada tahun 2026.

Level yang bukan merupakan keuntungan besar maupun krisis bagi para pemain di sektor hulu dan terintegrasi.

Operasi hilir juga kemungkinan akan melihat spread yang lebih kuat untuk distilat menengah untuk sementara waktu, mengingat potensi gangguan pada jenis minyak mentah berat Venezuela. 

Keseimbangan permintaan-penawaran pada tahun 2026 tampak tidak menguntungkan, dengan potensi kelebihan pasokan dari peningkatan produksi OPEC+ sejak semester kedua tahun 2025.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Emiten Ritel Jelang Momen Imlek dan Ramadan

Oleh karena itu, jeda OPEC+ pada kuartal pertama tahun 2026, memberikan kelegaan yang disambut baik bagi pasar dan memberi kelompok tersebut waktu untuk menilai dampak sanksi Barat yang lebih ketat terhadap perusahaan minyak besar Rusia. 

“Kami percaya bahwa sektor minyak dan gas berfungsi sebagai tempat berlindung (safe haven) yang relatif aman di tengah ketidakpastian terkait perang dagang dan lingkungan dolar AS yang melemah,” kata William. 

Terkait rekomendasi saham, William merekomendasikan Buy saham MEDC dengan target harga Rp 1.800 per saham.

Harry Su merekomendasikan Buy saham ENRG dengan target harga Rp 2.300 per saham dan saham MEDC dengan target harga Rp 2.000 per saham. Sedangkan Sukarno merekomendasikan Buy saham ENRG dengan target harga Rp 2.000 per saham.

Selanjutnya: Ekonomi Asia Mempertimbangkan Dampak Langkah Tarif Baru Trump

Menarik Dibaca: Promo Paket Bukber Burger King Hematnya Bikin Puasa Tenang, Mulai Rp 32 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×