kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.996   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.115   -33,08   -0,54%
  • KOMPAS100 793   -5,07   -0,63%
  • LQ45 609   -2,97   -0,48%
  • ISSI 211   -0,52   -0,24%
  • IDX30 338   -1,48   -0,44%
  • IDXHIDIV20 427   0,14   0,03%
  • IDX80 91   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 110   0,03   0,03%

Didorong Sentimen Pemilu, Penerbitan Obligasi Korporasi Diramal Semarak Tahun Depan


Kamis, 16 November 2023 / 13:46 WIB
Didorong Sentimen Pemilu, Penerbitan Obligasi Korporasi Diramal Semarak Tahun Depan
ILUSTRASI. Obligasi.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Tendi Mahadi

Dampak suku bunga yang masih tinggi pun dapat meluas dan bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global, terutama pada negara-negara mitra dagang. Jika ekspor dan nilai tukar terganggu, maka bakal menjadi downside risk bagi ekonomi dalam negeri.

“Selain berdampak terhadap perusahaan-perusahaan berbasis ekspor, kondisi ini bisa membuat rupiah lebih volatile, yang mana pada akhirnya meningkatkan premi risiko yang diminta investor global ketika masuk ke pasar domestik,” jelas Darto.

Menurut Darto, seiring suku bunga yang tinggi dan ketidakpastian eksternal, investor nantinya akan lebih memilih untuk menginvestasikan dananya pada negara yang dinilai memiliki risiko relatif lebih rendah seperti negara-negara maju.

Kalaupun menargetkan pasar negara berkembang, investor akan selektif yakni hanya memilih negara-negara dengan neraca pembayaran yang tangguh.

“Potensi arus keluar modal asing membuat imbal hasil (yield) benchmark berada pada tekanan dan kupon bertahan di level yang tinggi. Selain itu, ketidakpastian akan mendorong investor untuk memegang aset safe havens atau kas guna memanfaatkan momentum jangka pendek di pasar keuangan,” pungkas Darto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×