kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.945   39,00   0,22%
  • IDX 6.361   26,59   0,42%
  • KOMPAS100 836   0,67   0,08%
  • LQ45 631   -1,47   -0,23%
  • ISSI 220   2,29   1,05%
  • IDX30 355   -1,21   -0,34%
  • IDXHIDIV20 437   -3,75   -0,85%
  • IDX80 95   0,18   0,19%
  • IDXV30 119   0,35   0,30%
  • IDXQ30 113   -0,86   -0,76%

Dibayangi Risiko MSCI Saham BREN dan DSSA Tumbang, Begini Rekomendasi Analis


Rabu, 22 April 2026 / 17:06 WIB
Dibayangi Risiko MSCI Saham BREN dan DSSA Tumbang, Begini Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) masih dibayangi ketidakpastian seiring sentimen MSCI terkait konsentrasi kepemilikan saham.

Pada perdagangan terakhir, saham BREN tercatat turun 9,62% ke level Rp5.400 per saham, sementara DSSA melemah lebih dalam 9,71% ke Rp2.510 per saham.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan, MSCI memang masih mempertahankan kebijakan freeze pada tinjauan Mei 2026, sehingga kedua saham tersebut belum dikeluarkan dari indeks.

Baca Juga: Produk Baru Jadi Katalis, Begini Prospek Kinerja Indofood Sukses Makmur (INDF)

“Namun isu high shareholding concentration (HSC) belum selesai dan akan terus menjadi overhang selama free float belum diperbaiki,” ujar Abida kepada Kontan, Rabu (22/4/2026).

Ia menilai, secara fundamental bisnis, BREN dan DSSA masih cukup solid. Namun dalam jangka pendek, pergerakan saham keduanya masih dipenuhi ketidakpastian.

Menurut Abida, risiko utama yang perlu diperhatikan investor berasal dari struktur kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi.

“Konsentrasi kepemilikan BREN mencapai 97,31% dan DSSA 95,76%, sehingga free float sangat terbatas dan likuiditas perdagangan menjadi rentan terhadap volatilitas tinggi,” jelasnya.

Selain itu, potensi keputusan MSCI pada review berikutnya juga menjadi faktor risiko, terutama jika isu HSC belum diselesaikan melalui aksi korporasi.

“Selama belum ada kepastian, potensi outflow pasif masih akan membayangi kedua saham ini,” imbuhnya.

Dengan berbagai risiko tersebut, Abida menyarankan investor untuk bersikap hati-hati.

“Kami merekomendasikan wait and see untuk saat ini. Investor sebaiknya menunggu kejelasan aksi korporasi dari pemegang saham pengendali untuk meningkatkan free float sebelum mengambil posisi,” katanya.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Bergerak Volatile pada Kamis (23/4), Ini Kata Analis

Ia menambahkan, masuk terlalu dini ke saham-saham tersebut berisiko menghadapi volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×