kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Diantara Emiten CPO Ini, Berikut Saham-Saham yang Jadi Rekomendasi Analis


Minggu, 03 Desember 2023 / 17:11 WIB
Diantara Emiten CPO Ini, Berikut Saham-Saham yang Jadi Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Kinerja emiten minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) diperkirakan bakal bangkit di tahun 2024.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kinerja emiten minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) diperkirakan bakal bangkit di tahun 2024.

Hanya saja, Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa melihat, kinerja emiten CPO di tahun 2024 pertumbuhannya akan masih sangat terbatas. 

Dari segi harga, mungkin ada kenaikan dari tahun ini. Yasmin memperkirakan, harga rata-rata akan berada di RM 3.900 per ton di akhir tahun 2023 dan kemungkinan akan ke RM 4.500 per ton pada tahun 2024.

“Hal itu didukung suplai yang pertumbuhannya juga melambat,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (1/12).

Baca Juga: Kinerja Emiten CPO Diprediksi Membaik di Tahun 2024

Yasmin memperkirakan, produksi CPO di tahun 2024 juga masih akan berada di single digit.  “Namun, isu dampak dari El Nino kemungkinan akan membantu mengerek harga CPO,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan diversifikasi bisnis emiten CPO, kata Yasmin, produsen CPO masih belum banyak yang mau diversifikasi di biodiesel dalam waktu dekat.

“Produsen CPO yang diversifikasi ke biodiesel masih sedikit, karena margin yang masih lebih menarik di upstream,” tuturnya.

Dari sejumlah saham emiten CPO, Yasmin pun merekomendasikan beli saham AALI, DSNG, dan TAPG dengan target harga masing-masing Rp 8.600, Rp 760, dan Rp 640 per saham.

Ia juga menyarankan hold untuk saham LSIP, SIMP, dan TBLA dengan target harga masing-masing Rp 1.050, Rp 400, dan Rp 910 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×