Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) harus membenahi laporan keuangannya. Ini terkait penyajian kembali proses rights issue Rp 4,7 triliun untuk mengakuisisi RITS Ventures Ltd, induk Indo Wana Bara Mining Coal.
Akuisisi pada Juni 2014 dianggap sebagai akuisisi terbalik. Ini merujuk pada pengambilalihan sebuah perusahaan publik oleh perusahaan privat sebagai cara untuk terdaftar di bursa saham.
Akuisisi terbalik terjadi jika entitas yang menerbitkan efek diidentifikasi sebagai pihak yang diakuisisi untuk tujuan akuntansi. Usai akuisisi, SIAP mencatatkan laporan rights issue sebagai akuisisi murni.
Dus, goodwill yang ada sebagai kelebihan nilai wajar. Sehingga aset SIAP melambung tinggi menjadi Rp 4,9 triliun. Selama ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, aksi SIAP adalah akuisisi terbalik.
Herry Priyambodo, Sekretaris Perusahaan SIAP menyatakan, OJK memberi waktu perseroan ini membukukan aksi korporasi itu sebagai akuisisi terbalik. Sejatinya, dalam laporan keuangan revisi 2014, auditor baru SIAP juga mengkategorikan rights issue tersebut sebagai akuisisi terbalik.
Dalam prospektus rights issue, tercatat pembeli siaga Danareksa Sekuritas. Namun usai akuisisi, tiba-tiba muncul nama Fundamental Resources yang menjadi pengendali saham.
OJK menganggap, pengendali SIAP usai rights issue dan pemegang saham yang diakuisisi adalah pihak yang sama. Fundamental Resources dan Ridgetop Holding Ventures Ltd yang menjadi pemegang saham IWBMC disebut pihak berafiliasi.
Goodwill RITS pun tak bisa diperhitungkan kembali. Walhasil, aset SIAP anjlok dari Rp 4,9 triliun menjadi Rp 307,9 miliar. Ini berefek panjang ke pemegang saham.
Dengan aset yang turun, valuasi harga saham pun berubah drastis. "Nilai buku atau price to book value pasti turun. Kami menunggu hasil pemeriksaan akhir OJK," kata Herry.
Entah kapan OJK bisa menuntaskan pemeriksaan itu. Pemeriksaan harus ditelusuri sejak prospektus pertama rights issue. Jika ada pelanggaran, SIAP bisa terkena sanksi. Saham SIAP masih disuspensi di pasar reguler. SIAP juga tersangkut kasus gagal bayar saham di pasar negosiasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













