kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Di pasar ekspor, KLBF rajin luncurkan produk


Selasa, 11 Februari 2014 / 16:50 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah melalui PT PLN (Persero) tengah berupaya mendorong konversi kompor LPG ke kompor induksi atau kompor listrik.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Guna meningkatkan raihan keuntungannya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berusaha menggenjot kinerja ekspornya. Saat ini, kontribusi ekspor terhadap pendapatan KLBF baru mencapai 4%-5%.

Direktur Keuangan KLBF Vidjongtius menjelaskan, ekspor dinilai lebih menguntungkan dibandingkan mendirikan pabrik di luar negeri.

Saat ini KLBF mengekspor produknya di empat negara, yaitu Filipina, Myanmar, Vietnam, dan Nigeria. Ada pun, pasar terbesar ekspor tersebut yakni di Filipina karena segmentasinya yang fokus.

Di pasar ekspor, KLBF melakukan beragam cara, salah satunya melalui peluncuran produk, seperti peluncuran produk obat onkologi, Diabetasol dan susu Zee. Pada setiap divisi, KLBF mendistribusikan sekitar 3 sampai 5 produk.

Khusus untuk Nigeria, KLBF sudah memiliki pabrik obat bebas di sana. KLBF akan mengoptimalkan pabrik tersebut supaya bisa membuat lebih beragam obat. Biar maksimal, KLBF berencana menambah kapasitas mesin di pabrik tersebut.

Untuk jangka panjang, emiten farmasi ini merasa bahwa porsi ekspor akan terus naik dalam jangka panjang. Vidjongtius bilang, porsi ekspor KLBF bisa naik ke posisi 5% sampai 10% dalam jangka menengah atau 5 sampai 7 tahun ke depan.

Hari ini, saham KLBF ditutup di harga Rp 1.405, atau naik sebesar 0,36%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×