kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Deretan Emiten Ini Bakal Bagikan Dividen Interim Bagi Investor, Mana yang Menarik?


Minggu, 11 Oktober 2026 / 14:00 WIB
Deretan Emiten Ini Bakal Bagikan Dividen Interim Bagi Investor, Mana yang Menarik?
ILUSTRASI. ihsh,melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sederet emiten dari berbagai lintas sektor mengumumkan pembagian dividen interim untuk para pemegang sahamnya.

Berdasarkan data yang dihimpun KONTAN, tujuh emiten akan membagikan dividen interim dengan jadwal cum date pada 12 Oktober hingga 16 Oktober 2026.

PT Astra International Tbk (ASII) menjadi emiten dengan pembagian dividen interim terbesar, yakni Rp 3 ,89 triliun atau Rp 98 per saham. Angka tersebut merupakan yang tertinggi, baik dari sisi total nilai maupun dividen per saham. Cum date ASII jatuh pada 12 Oktober 2026.

Di hari yang sama, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) turut memasuki cum date dengan total dividen Rp 258,93 miliar atau Rp 20 per saham.

Baca Juga: Transaksi Harian BEI Melonjak 28,52% Jadi Rp 16,23 Triliun, IHSG Naik 0,94% Sepekan

Sehari berselang, tiga emiten menyusul masuk cum date. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membagikan dividen interim Rp 595,83 miliar atau Rp 14,5 per saham.

Selanjutnya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membagikan Rp 349,52 miliar atau Rp 72,52 per saham, serta  PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) membagikan Rp 25,09 miliar atau Rp 1 per saham.

Adapun PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menjadwalkan cum date pada 15 Oktober 2026 dengan total dividen Rp 268,71 miliar atau Rp 76 per saham, serta PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH)  yang akan membagikan dividen Rp 20 miliar atau Rp 10 per saham, dengan jadwal cum date pada 16 Oktober 2026.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih mengatakan di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah tertekan 29,5% year to date ke level 6.093 (9/10), alokasi pada saham dividend play menjadi strategi defensive total return untuk menopang cash flow portfolio investor. 

Ratih menerangkan berdasarkan jadwal cum date pekan depan dengan closing price 9 Oktober 2026, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) memimpin dengan dividend yield tertinggi sebesar 3,25%, disusul PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) sebesar 3,03%, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) 2,15%, PT Astra International Tbk (ASII) 2,03%, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yield 1,17%. 

"Di tengah minimnya katalis positif pasar, besaran yield ini turut berfungsi sebagai downside buffer untuk meredam volatilitas harga," kata Ratih kepada Kontan, Jumat (9/10/2026).

Ratih juga menerangkan secara teori Efficient Market Hypothesis (EMH), ekspektasi pembagian dividen telah priced-in oleh pasar sejak tanggal pengumuman. Pasalnya, dividen mengubah porsi ekuitas menjadi dividend payable atau liabilitas lancar yang secara langsung mengurangi nilai aset bersih perusahaan serta valuasi-nya. 

Dampaknya, pada ex-date akan terjadi price adjustment, di mana harga saham hampir dipastikan terkoreksi sebesar nilai yield dividennya. Kondisi ini membuat investor berisiko terjebak dividend trap, yaitu di mana kerugian capital loss saat ex-date justru melampaui nilai dividen tunai yang diterima.

Baca Juga: Rupiah Rawan ke 18.000 per Dolar AS, Intervensi BI Harus Dibarengi Dorongan Ekspor

"Oleh karena itu, akumulasi saham dividen idealnya dilakukan jauh hari secara bertahap, misalnya mengacu pada emiten konstituen IDX High Dividend 20 yang teruji konsisten secara historis," ucap Ratih. 

Namun, jika investor baru akan masuk menjelang cum date, dapat mempertimbangkan emiten dengan profil earnings growth dan fundamental yang solid. Akselerasi kinerja operasional serta prospek pertumbuhan laba inilah yang menjadi katalis utama agar harga saham mampu melakukan price recovery pasca ex-date. 

Secara terpisah, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menyampaikan AUTO menjadi salah satu emiten yang menarik untuk dicermati karena menawarkan kombinasi dividen interim dan pertumbuhan kinerja yang cukup baik. Pada semester I-2026, AUTO membukukan laba bersih Rp 1,15 triliun, tumbuh sekitar 22% secara tahunan. Dividen interim sebesar Rp 72,52 per saham juga relatif menarik dibandingkan harga sahamnya.

Selain AUTO, ASII menarik untuk investor yang mencari eksposur ke bisnis terdiversifikasi dan memiliki rekam jejak pembagian dividen. Namun, investor perlu memperhatikan bahwa laba bersih ASII pada semester I-2026 turun sekitar 19% secara tahunan menjadi Rp 12,53 triliun.

Untuk AMRT, daya tarik utamanya terletak pada bisnis ritel kebutuhan sehari-hari yang memiliki peluang pertumbuhan jangka panjang. Meski begitu, dividen interim Rp14,50 per saham relatif kecil terhadap harga saham sehingga investor sebaiknya lebih menitikberatkan pada prospek pertumbuhan laba dan valuasinya.

"Jika fokusnya adalah kombinasi dividen dan fundamental, saya cenderung mencermati AUTO dan ASII terlebih dahulu. Sementara itu, AMRT lebih menarik bagi investor yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang," ujar Elandry.

Disamping itu, Elandry menerangkan investor perlu memahami bahwa dividend yield yang tinggi tidak selalu berarti saham tersebut murah atau menarik. Yield yang tinggi bisa terjadi karena harga saham sudah turun akibat memburuknya prospek bisnis atau kinerja keuangan emiten.

Baca Juga: Manajemen Pradiksi Gunatama (PGUN) Buka Suara Soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, melihat konsistensi laba dan arus kas operasional untuk memastikan dividen didukung oleh kemampuan menghasilkan kas. Kedua, membandingkan besaran dividen dengan laba bersih serta memperhatikan dividend payout ratio. Ketiga, menilai valuasi saham dan prospek bisnis ke depan, bukan hanya mengejar tanggal cum date.

Investor juga perlu memahami risiko penurunan harga pada ex-date. Secara teori, harga saham akan menyesuaikan dengan nilai dividen yang dibagikan, meskipun pergerakan aktual tetap dipengaruhi kondisi pasar dan permintaan-penawaran.

Dus, strategi membeli saham menjelang cum date hanya untuk memperoleh dividen belum tentu menghasilkan keuntungan. Investor perlu menghitung potensi dividen sekaligus risiko penurunan harga saham setelah ex-date.

Dari sisi fundamental, ASII memiliki keunggulan berupa diversifikasi bisnis, mulai dari otomotif, alat berat, jasa keuangan hingga agribisnis. Namun, investor perlu mencermati pemulihan kinerja segmen otomotif dan alat berat serta dampaknya terhadap pertumbuhan laba.

AUTO memiliki prospek yang didukung kebutuhan komponen otomotif, jaringan distribusi, dan keterkaitannya dengan ekosistem Grup Astra. Pertumbuhan laba pada semester I-2026 menjadi salah satu faktor positif yang perlu diperhatikan, meskipun prospek selanjutnya tetap dipengaruhi kondisi industri otomotif.

AMRT memiliki peluang pertumbuhan dari ekspansi gerai dan kebutuhan konsumsi domestik. Namun, pertumbuhan penjualan, margin keuntungan, serta efisiensi operasional tetap menjadi faktor penting dalam menentukan valuasi sahamnya.

Adapun TLDN menarik untuk dicermati dari sisi bisnis perkebunan kelapa sawit, tetapi prospeknya sensitif terhadap harga CPO, produktivitas kebun, dan biaya operasional. PLIN memiliki karakteristik bisnis properti komersial, sedangkan BSBK dan BUAH perlu dikaji lebih selektif dengan mempertimbangkan skala bisnis, likuiditas saham, serta konsistensi kinerja keuangannya.

Dengan demikian, untuk investasi jangka panjang, Elandry cenderung memprioritaskan emiten dengan fundamental yang lebih teruji, likuiditas memadai, dan prospek pertumbuhan laba yang berkelanjutan dibandingkan semata-mata memilih saham dengan dividen interim terbesar.

Baca Juga: Rupiah Rentan Tembus Rp 18.000, Intervensi BI Diminta Fokus Jaga Likuiditas

Ratih juga merekomendasi sejumlah saham untuk dicermati investor, antara lain, akumulasi beli saham ASII dengan target harga pada resistance di level Rp 5.000 serta pertimbangkan support di level Rp 4.700 dan akumulasi beli AMRT di target harga pada resistance di level Rp1.350 serta pertimbangkan support di level Rp 1.100.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×