kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Deadline Trump Malam Ini, Investor Harus Bersiap Hadapi Dua Skenario


Selasa, 07 April 2026 / 16:35 WIB
Deadline Trump Malam Ini, Investor Harus Bersiap Hadapi Dua Skenario
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di BRI Danareksa Sekuritas, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Hari ini menjadi salah satu momen paling menentukan bagi pasar keuangan global dalam beberapa dekade terakhir.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menetapkan deadline pukul 20:00 waktu AS atau Rabu dini hari waktu Indonesia bagian barat bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. 

Jika tidak, serangan terhadap infrastruktur sipil termasuk pembangkit listrik dan jembatan diancam untuk dilancarkan. 

Baca Juga: Deadline Trump bagi Iran Malam Ini, Investor Harus Siap untuk Dua Skenario

Fahmi Almuttaqin, Analis Reku mengatakan, di tengah turbulensi ini, pasar kripto menunjukkan ketahanan yang layak dicermati. Bitcoin naik 2,5% pada Senin (6/4) ke kisaran US$ 69.000 dan masih bertahan di US$ 68.700 hari ini. 

Selama lima pekan terakhir, Bitcoin berhasil mempertahankan range US$ 65.000 – US$ 73.000 meski Fear and Greed Index sempat menyentuh level 9 level ekstrem yang pada 2022 hanya tercatat saat crash LUNA dan kolapsnya FTX. 

“Resiliensi Bitcoin di tengah kondisi seperti ini mengindikasikan struktur pasar yang jauh lebih kuat dari siklus sebelumnya. Jika bottom siklus terbentuk tidak jauh dari rentang harga saat ini, potensi upside pada rally berikutnya. Baik untuk Bitcoin maupun altcoin strategis seperti Ethereum bisa menjadi sangat menarik,” jelas Fahmi dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).

Lebih lanjut Fahmi mencatat bahwa Iran menolak tegas proposal gencatan senjata AS dan menyampaikan tuntutan baliknya melalui mediator Pakistan, termasuk pencabutan sanksi dan penghentian seluruh operasi militer di kawasan.

Baca Juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Prabowo: Kita Siap Hadapi Semua Kemungkinan

Proposal gencatan senjata 45 hari yang tengah dibahas Pakistan, Mesir, dan Turki kini diyakini sebagai upaya terakhir sebelum eskalasi berikutnya. Dampaknya pada harga energi sudah terasa di mana-mana, termasuk di Indonesia.

Deadline Trump malam ini berpotensi menghasilkan salah satu dari dua outcome.

Pertama, eskalasi yang berarti bahwa minyak mentah Brent berpotensi menuju US$ 120 – US$ 150 per barel dengan tekanan lebih besar ke seluruh kelas aset.

Kedua, de-eskalasi berarti potensi relief rally tajam di saham, kripto, dan koreksi harga minyak.

“Penutupan Selat Hormuz adalah disrupsi energi terparah sejak krisis minyak tahun 1973. Rupiah tertekan, inflasi mengintai, dan APBN berada di bawah tekanan fiskal luar biasa,” ujar Fahmi. 

Dalam situasi seperti ini, Fahmi mengatakan bahwa menyimpan seluruh aset dalam rupiah adalah risiko tersembunyi yang cukup signifikan.

Baca Juga: Bursa Global Naik Jelang Pertemuan Dagang Trump - Xi, Investor Waspadai Pola Berulang

Diversifikasi ke aset berdenominasi dolar, baik melalui saham AS di sektor yang diuntungkan krisis energi, maupun melalui Bitcoin yang kini didukung infrastruktur institusional terkuat dalam sejarahnya bukan lagi langkah spekulatif, melainkan keputusan yang rasional. 

“Investor yang sudah memiliki thesis dan portofolio terdiversifikasi akan lebih siap menghadapi kedua skenario yang mungkin terjadi malam ini,” terang Fahmi. 

Adapun, untuk memudahkan strategi diversifikasi tersebut, investor dapat memanfaatkan fitur Packs di Reku yang memungkinkan eksposur ke berbagai aset kripto blue chip dan ETF Saham AS unggulan hanya dalam sekali swipe.

Baca Juga: AS Siap Kawal Tanker di Selat Hormuz, Trump Kerahkan Instrumen Militer

Dilengkapi sistem Rebalancing otomatis, fitur ini membantu investor menyesuaikan alokasi portofolionya sesuai kondisi pasar secara lebih mudah dan optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×