kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

DBS Soroti Pentingnya Aset Riil & Saham Berkualitas dalam Strategi Investasi 2026


Selasa, 13 Januari 2026 / 18:58 WIB
DBS Soroti Pentingnya Aset Riil & Saham Berkualitas dalam Strategi Investasi 2026
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

Ketiga, mencari nilai di pasar Asia di luar Jepang, yang diperdagangkan dengan diskon hingga 32,4% terhadap pasar negara maju.

Keempat, menjaga kualitas dengan mengutamakan saham berkualitas dan kredit investment-grade.

DBS memproyeksikan pelemahan dolar AS berpotensi mendorong aliran dana masuk ke Asia, menurunkan biaya utang USD, dan menguatkan harga komoditas.

Pertumbuhan laba pasar Asia di luar Jepang diperkirakan mencapai 18,9% pada 2026, lebih tinggi dibandingkan pasar global.

Baca Juga: IHSG Melemah, Ini Rekomendasi Saham TOWR, UNTR, ICBP untuk Selasa (13/1)

Di Eropa, DBS menyukai saham sektor pertahanan yang mendapatkan dukungan dari program modernisasi persenjataan jangka panjang NATO. Pertumbuhan laba sektor ini diproyeksikan berada di kisaran 24%, mengungguli pasar secara keseluruhan.

Untuk instrumen pendapatan tetap, DBS tetap memprioritaskan obligasi investment-grade tenor 5–7 tahun.

Spread yang ketat diperkirakan bertahan karena neraca perusahaan masih kuat dan risiko resesi rendah. Sebaliknya, obligasi high-yield dinilai kurang menarik karena rasio risiko-keuntungan yang mengecil.

Pada kelas aset alternatif, DBS memandang komoditas diuntungkan oleh gencatan perdagangan dan pemangkasan suku bunga global. Logam industri seperti tembaga dan rare earth menjadi fokus karena relevansi strategisnya.

Baca Juga: IHSG Melemah ke 8.884,6 di Sesi Pertama (13/1), Top Losers LQ45: BUMI, BRPT, MEDC

Sementara itu, emas tetap memiliki potensi menguat hingga 2026 didorong kekhawatiran fiskal AS, pembelian bank sentral, dan demand dari ETF.

Untuk aset privat, DBS menurunkan peringkat private credit menjadi netral karena spread yang terkompresi. Sebagai gantinya, investor disarankan mempertimbangkan strategi beta-neutral seperti hedge fund untuk diversifikasi dan potensi alpha.

Selanjutnya: Cek Rekomendasi Teknikal Saham CUAN, AADI, EXCL untuk Rabu (14/1)

Menarik Dibaca: 4 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama selain Telur, Cocok untuk Diet!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×