kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Data ekonomi AS memburuk, rupiah berpeluang menguat


Minggu, 08 April 2018 / 13:11 WIB
ILUSTRASI. Rupiah versus US Dollar


Reporter: Grace Olivia | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berpeluang menguat pada perdagangan Senin (9/4) besok. Hal ini didukung oleh pelemahan sejumlah data ekonomi AS yang dirilis Jumat (6/4).

Seperti  diketahui, data non farm payroll atau data pekerja di luar sektor pertanian AS untuk bulan Maret hanya naik 103.000. Padahal, data ini diperkirakan dapat meningkat hingga 188.000. Selain itu, data tingkat pengangguran AS di bulan Maret juga masih berada di level 4,1% atau tidak sesuai ekspektasi sebesar 4%.

Akibatnya, indeks dollar AS mengalami penurunan 0,39% ke level 90,108 pada penutupan akhir pekan lalu.

Ekonom Bank Central Asia, David Sumual menilai, potensi pelemahan sejumlah data ekonomi AS yang dirilis Jumat kemarin sudah terlihat sejak sehari sebelumnya. “Data klaim pengangguran AS pun meningkat melebihi ekspektasi,” katanya.

Meski begitu, potensi penguatan rupiah dibatasi oleh pidato Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell yang masih optimistis dengan prospek ekonomi AS dan kemungkinan besar akan terus menaikkan suku bunga acuan di negara tersebut.

Di samping itu, sentimen dari perang dagang antara AS dan China juga masih berpotensi mengganggu stabilitas pergerakan rupiah pada perdagangan besok. Apalagi, belum lama ini Donald Trump merilis pernyataan akan menambah target tarif barang impor dari China sebesar US$ 100 miliar. “Selama AS dan China saling berbalas serangan, rupiah bisa terkena dampaknya,” kata David.

Dari dalam negeri, data cadangan devisa di bulan Maret yang dirilis Bank Indonesia kembali mengalami penurunan menjadi US$ 126 miliar. Namun, penurunan tersebut lebih disebabkan upaya BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

David memprediksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.740-13.780 per dollar AS pada perdagangan besok.

Sebelumnya, kurs rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 13.778 per dollar AS pada perdagangan Jumat lalu atau melemah 0,36% selama sepekan dan melemah 0,07% dibanding penutupan hari Kamis. Adapun kurs tengah rupiah BI ditutup di level Rp 13.771 pada Jumat lalu atau melemah 0,10% selama sepekan terakhir dan melemah 0,02% dibanding sehari sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×