Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.469
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS656.000 0,46%

Dapat kontrak kerja bernilai jumbo, saham-saham BUMN ini layak dilirik

Kamis, 11 Oktober 2018 / 23:01 WIB

Dapat kontrak kerja bernilai jumbo, saham-saham BUMN ini layak dilirik
ILUSTRASI. KERJASAMA INVESTASI INFRASTRUKTUR



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam ajang Indonesia Investment Forum 2018 di Nusa Dua Bali, beberapa BUMN dan anak usaha BUMN mendapat kesepakatan kontrak kerja dengan nilai jumbo.

Misalnya saja, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) yang berhasil mengatongi dua kontrak masing senilai US$ 400 juta dan US$ 500 juta.


Lalu, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengumpulkan dua kontrak kerja dengan nilai kontrak masing-masing US$ 224 juta dan US$ 112 juta. Sementara PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mendapat kontrak senilai US$ 198 juta.

Selain itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga dapat dua kontrak masing senilai US$ 320 juta dan US$ 850 juta.

Analis Phintraco Sekuritas Valdi Kurniawan mengatakan, kinerja JSMR, GMFI dan WIKA akan terangkat dari kesepakatan proyek baru tersebut.

"JSMR masih merupakan pemilik konsesi jalan tol terbesar di indonesia. Lalu GMFI juga merupakan pemain terbesar di bidang usahanya. Selain itu, GMFI juga mulai memperluas pangsa pasar dengan ekspansi ke luar negeri, salah satunya ke Australia," tuturnya, Kamis (11/10).

Sementara WIKA, lanjut Valdi, masih akan memperoleh sentimen positif, setidaknya hingga tengah tahun 2019, mengingat fokus di sektor infrastruktur masih berlanjut di tahun 2019. "Selanjutnya, hasil pilpres akan turut mempengaruhi outlook saham ini," tambahnya. 

Sementara untuk ANTM, Valdi bilang, masih perlu diwaspadai mengingat risiko ketidakpastian di pasar yang diperkirakan baru akan mereda di tahun 2019 nanti. "Dengan begitu, investor baru akan mulai kembali masuk ke aset-aset berisiko, salah satunya saham dan mulai mengalihkan sebagian asetnya dari safe haven seperti emas," lanjutnya.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, kontrak pembangunan infrastruktur tentunya akan memberikan efek positif terhadap meningkatknya kinerja fundamental sejumlah emiten seperti JSMR, WIKA dan juga akan memberikan stimulus terhadap kinerja fundamental emiten seperti GMFI dan juga ANTM. "Sebab hal ini merupakan bagian dari ekspansi bisnis," pungkasnya.

Nafan pun merekomendasikan beli saham JSMR dengan target harga di jangka panjang di level Rp 5.500 per saham.

Lalu ia juga rekomendasikan untuk beli saham GMFI dan WIKA dengan target harga di jangka panjang masing-masing di level Rp 344 per saham dan di level Rp 2.220 per saham.

Sementara untuk ANTM, ia sarankan untuk wait and see karena secara teknikal pergerakannya kurang bagus.

 

Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Narita

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0572 || diagnostic_web = 0.3493

Close [X]
×