kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Dana kelolaan (AUM) industri reksadana tumbuh Rp 12,48 triliun di Oktober


Senin, 11 November 2019 / 11:59 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Reksadana. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/15/09/2019


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana kelolaan industri reksadana atawa asset under management (AUM) industri reksadana tumbuh Rp 12,48 triliun pada Oktober 2019.

Berdasarkan rilis Infovesta Utama, Senin (11/11), dana kelolaan industri reksadana di Oktober capai Rp 571,67 triliun. Sebagai perbandingan, AUM industri reksadana di September sebesar Rp 559,20.

Baca Juga: Tren penurunan suku bunga, kerek popularitas reksadana pasar uang

Alhasil dana kelolaan tumbuh sebesar 2,23% atau naik Rp 12,48  triliun secara bulanan. Pertumbuhan AUM tersebut juga didukung oleh pertumbuhan unit penyertaan (UP) sebesar 2,25%.

Peningkatan AUM tertinggi diraih reksadana pasar uang yang naik 12,60%. Begitu pun dengan UP naik 13,25%.

Sebulan terakhir, investor juga banyak masuk ke reksadana indeks sehingga AUM naik 9,08% dengan UP naik 7,48%.

Baca Juga: Banyak tantangan, investor disarankan wait and see sebelum masuk reksadana saham

Kenaikan AUM sekitar 5% terjadi pada reksadana campuran dan reksadana exchange traded fund (ETF).

Sementara, kenaikan AUM reksadana pendapatan tetap hanya 2,59% secara bulanan. Sedangkan, reksadana DIRE + KIK EBA naik 0,33%.

Ternyata, hanya reksadana saham dan reksadana terproteksi yang mengalami penurunan AUM, masing-masing turun 0,42% dan 0,65%.

Baca Juga: Dana Kelolaan Reksadana Pasar Uang Melejit premium

Sekadar informasi, data AUM sudah termasuk AUM reksadana dalam mata uang asing yang dikonversikan ke dalam rupiah dan tidak termasuk reksadana penyertaan terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×