kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Dana asing terus keluar dari pasar saham Korsel


Rabu, 19 Juni 2013 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. Warga lanjut usia menggunakan masker untuk mengantisipasi penularan virus corona di Jakarta, Selasa (4/1/2022).


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SEOUL. Arus dana asing masih terus keluar dari pasar saham Korea Selatan hingga hari ini (19/6). Dengan demikian, aksi jual investor asing terhadap pasar saham Korea Selatan sudah berlangsung selama sembilan hari berturut-turut. Ini merupakan periode penjualan asing terpanjang dalam dua bulan terakhir.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, nilai penjualan asing mencapai 153 miliar won atau setara dengan US$ 135 juta pada pasar saham Korsel per pukul 12.06 waktu Seoul.

Kondisi itu turut menyeret indeks acuan Kospi. Hari ini, indeks Kospi tercatat turun 0,7% menjadi 1.888,03. Saham yang paling besar menyumbang penurunan Kospi adalah Samsung Electronics Co sebesar 30%.

Asal tahu saja, saham Samsung yang mewakili 19% indeks Kospi, sudah merosot 11% sejak 4 Juni lalu setelah sejumlah broker -termasuk di antaranya Morgan Stanley- memangkas prediksi kinerja terkait penurunan penjualan handset.

"Penurunan pasar saham Kospi hari ini dipicu oleh aksi jual asing, di mana terjadi penjualan saham Samsung secara besar-besaran sejak laporan sejumlah broker dirilis," jelas Im Jeong Jae, fund manager Shinhan BNP Paribas Asset Management Co.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×