Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Chory Agung Ramdhani, Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pada 2026 aliran modal asing atau foreign inflow akan terkonsentrasi pada tiga tema besar.
Pertama, perbankan big cap tetap menjadi pintu utama asing masuk ke Indonesia. Kedua, adanya pemulihan konsumsi dan suku bunga akan mendorong saham-saham yang mendapat angin segar dari sentimen ini.
“Dengan pemulihan Konsumsi dan suku bunga, saham ASII dan TLKM diprediksi akan bertransisi dari saham yang ditinggalkan pada 2025 menjadi incaran utama di 2026,” jelas Chory.
Baca Juga: Duit Asing Kembali Parkir di Bursa Saham
Ketiga, perusahaan di sektor mineral strategis. Menurut, Chory saham ANTM dan AMMN tetap menarik selama isu transisi energi dan penguatan harga emas global berlanjut sampai akhir tahun.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas menilai sektor mineral dengan exposure EMAS seperti saham ANTM dan HRTA cukup menarik di awal 2026. Selain itu, saham di sektor properti dan perbankan juga punya potensi untuk jadi incaran asing.
Miftahul menjabarkan saham seperti GPRA, BSDE, SMRA, BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI punya peluang yang lebih baik di tahun ini dengan sentimen tren suku bunga yang semakin suportif atau mendukung untuk sektor properti dan perbankan.
Selanjutnya: Kebijakan PPN DTP 100% untuk Rumah Tapak Berdampak Positif bagi Asuransi Properti
Menarik Dibaca: 10 Pilihan Jus Penurun Kolesterol Alami Paling Cepat yang Layak Dicoba
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













