kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Dana asing akan kembali mengalir selepas pemilihan presiden AS


Senin, 26 Oktober 2020 / 20:39 WIB
ILUSTRASI. Setelah sempat angkat kaki, investor asing mulai melirik kembali pasar obligasi Indonesia.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat angkat kaki, investor asing mulai melirik kembali pasar obligasi Indonesia. Salah satu indikatornya adalah terus bertambahnya kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) pada bulan ini.

Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, per 23 Oktober, dana asing di SBN sudah mencapai Rp 953,74 triliun. Jumlah ini tercatat sudah tumbuh Rp 20,59 triliun dibanding akhir September silam.

Director and Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Asset Management Ezra Nazula mengatakan, kenaikan inflow asing ini tidak terlepas dari meredanya kekhawatiran investor asing. Hal ini dapat dilihat dari credit default swap (CDS) atau persepsi investor terhadap risiko investasi di Indonesia yang berada dalam tren rendah.

“CDS Indonesia untuk seri lima tahun sudah berada di level 94, lebih rendah dibanding rata-rata tahun ini di 135. Selain itu CDS juga sedang mengarah ke level di awal tahun ini atau semasa pre-Covid-19. Ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor atas kondisi keuangan Indonesia saat ini,” kata Ezra kepada Kontan.co.id, Senin (26/10).

Baca Juga: Eastspring Indonesia ekspektasikan volatilitas pasar akan terjadi hingga akhir tahun

Ezra bilang, rendahnya CDS Indonesia seiring dengan ekonomi Indonesia yang juga sudah membaik. Mulai dari rendahnya angka inflasi, cadangan devisa yang meningkat, neraca perdagangan yang surplus, hingga stabilnya nilai tukar rupiah. Pada akhirnya ini yang membuat inflow dari investor terus masuk.

Sementara ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai dari persepsi investor asing saat ini masih cenderung mixed. Di satu sisi, polemik omnibus law yang menimbulkan gangguan pada stabilitas keamanan dan politik Indonesia. Tapi di sisi yang lain, realisasi stimulus mulai dipercepat jelang penutupan tahun anggaran. 

“Ke depan kemungkinan masih akan terjadi kenaikan investasi di pasar portfolio, namun dalam tren yang terbatas. Situasi global dan domestik masih dicermati oleh investor dan masih bisa berubah, khususnya mengenai hasil pemilihan presiden Amerika Serikat,” tambah Bhima.

Baca Juga: Meski indeks risiko naik, dana investor asing tetap mengalir masuk ke Indonesia

Setali tiga uang, Ezra juga melihat tren aliran dana asing belum akan berhenti dalam waktu dekat. Namun, menurutnya, tren peningkatan baru akan signifikan setelah pemilu AS selesai. Dengan ketidakstabilan dan volatilitas sudah terlewati, Ezra memperkirakan rupiah bisa menguat dan membuat inflow kembali masuk ke Indonesia.

“Hal ini karena dari sisi fundamental dan yield yang ditawarkan, Indonesia ini lebih menarik jika dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki peringkat yang sama,” tukas Ezra.

Baca Juga: Kemenkeu optimis realisasi pembiayaan utang bisa capai target hingga akhir tahun 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×