kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.013,51   -2,48   -0.24%
  • EMAS932.000 0,22%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Ekonomi & Pasar Keuangan Indonesia Terbatas


Kamis, 24 Februari 2022 / 20:36 WIB
Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Ekonomi & Pasar Keuangan Indonesia Terbatas
ILUSTRASI. Imbas ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, pasar finansial global langsung merespons negatif.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi Rusia-Ukraina kini semakin panas dan kacau setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menginstruksikan operasi militer di Ukraina Timur. Imbas ketegangan geopolitik ini, pasar finansial global langsung merespons negatif. Bahkan, hari ini IHSG ditutup melemah 1,48% ke level 6.817,82.

Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan mengatakan bahwa pasar langsung menunjukkan reaksi negatif. Selain indeks pasar keuangan di berbagai negara terkoreksi, harga minyak dan emas mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena Rusia merupakan salah satu pengekspor energi, produk pertanian, dan logam terbesar di dunia.  

Menurut dia, peningkatan ketegangan diprediksi akan memicu kenaikan harga energi dan berbagai komoditas serta nilai tukar dolar AS, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan inflasi. 

Baca Juga: Rusia dan Ukraina Memanas, IHSG diproyeksi Melanjutkan Pelemahan di Akhir Pekan

“Efek domino dari peningkatan inflasi di tengah tingginya angka inflasi global akhir-akhir yaitu memicu terjadinya kenaikan imbal hasil US Treasury, yang akan berdampak terhadap pasar finansial dunia,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (24/2).

Katarina menambahkan, berkaca dari pengalaman sebelumnya, dampak perang terhadap perekonomian akan berbeda-beda. Terdapat beberapa faktor yang akan mempengaruhi besar kecilnya dampak perang terhadap pasar, yaitu negara yang terlibat dalam peperangan, skala dan periode perang, serta kondisi perekonomian negara-negara yang terlibat dan kawasan konflik. 

Mengingat ketegangan antara Rusia dengan Ukraina lebih terbatas dari segi wilayah, dampaknya pun diprediksi akan relatif terbatas. Biasanya, dampak terhadap pasar finansial akan lebih singkat dibandingkan dampak terhadap perekonomian.  

Baca Juga: Sempat Tidur, Saham-Saham Ini Mulai Menggeliat

Katarina juga menilai dampak ketegangan Rusia dan Ukraina terhadap Asia dan Indonesia relatif terbatas. Hal ini lantaran kawasan Asia yang memiliki tingkat inflasi yang jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat. Alhasil, inflasi masih akan tetap berada dalam kisaran yang terkendali di tengah dampak kenaikan harga energi dan berbagai komoditas.

Sementara untuk perekonomian dan pasar finansial Indonesia juga akan relatif lebih terinsulasi dari dampak konflik Rusia dan Ukraina. Ia menyebut, inflasi Indonesia yang masih relatif rendah, pada kisaran 2,18%, diperkirakan akan tetap terjaga di bawah 4% atau rentang atas acuan Bank Indonesia. Selain itu, sebagai negara produsen dan eksportir energi, komoditas, dan logam terkemuka di dunia, Indonesia juga diuntungkan dari kenaikan harga produk-produk tersebut.

“Fundamental perekonomian Indonesia yang kuat, antara lain ditunjukkan dengan surplus neraca transaksi berjalan, peningkatan cadangan devisa, nilai tukar rupiah yang stabil, dan perbaikan pertumbuhan ekonomi, membuat Indonesia lebih resilien menghadapi goncangan jangka pendek dari ketegangan geopolitik ini,” imbuhnya.

Kembali melihat sejarah, bank sentral biasanya menahan diri dari menaikkan suku bunga secara berlebihan selama periode perang, dan lebih memilih untuk mengendalikan inflasi dengan gabungan cara-cara lain. Ia memperkirakan nantinya The Fed akan tetap data-dependent dalam mengambil keputusan.

Baca Juga: IHSG Akan Dipengaruhi Eskalasi Konflik Geopolitik Rusia-Ukraina Jelang Akhir Pekan

Oleh karena itu, di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, ia menyarankan investor untuk melakukan diversifikasi portofolio pada produk-produk reksa dana yang dikelola secara aktif. Apalagi, situasi masih sangat cair dan risiko geopolitik dapat mendominasi sentimen pasar dalam jangka pendek.  

“Portofolio yang terdiversifikasi dan dikelola secara aktif dapat menjadi pilihan untuk melindungi investasi dari inflasi serta volatilitas yang tinggi yang dipicu ketegangan geopolitik dalam jangka pendek,” tutup Katarina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×