kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Cuaca kian panas, gas alam melambung


Senin, 25 Juli 2016 / 05:40 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

Memang Bank Sentral AS alias The Fed akan menggelar FOMC Meeting pada 26 Juli 2016 - 27 Juli 2016. The Fed berencana mengerek suku bunga acuan setidaknya satu kali pada tahun 2016.

Namun, dengan cadangan gas alam yang masih cukup besar, Andri berpendapat, pertemuan FOMC pekan ini tidak akan terlalu berpengaruh terhadap pergerakan harga gas alam.

Andri meramal, hingga akhir kuartal III 2016, harga gas alam berpeluang tertekan ke level US$ 2,00 - US$ 2,20 per mmbtu. Sebab, musim panas di AS biasanya telah berakhir pada bulan September.

Hal ini akan menyeret permintaan gas alam. Terlebih Arab Saudi berkomitmen untuk menggenjot produksi gas alamnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×