kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.999   36,00   0,20%
  • IDX 5.761   65,50   1,15%
  • KOMPAS100 747   12,04   1,64%
  • LQ45 566   8,94   1,61%
  • ISSI 200   1,69   0,85%
  • IDX30 321   4,94   1,56%
  • IDXHIDIV20 394   5,63   1,45%
  • IDX80 85   1,32   1,58%
  • IDXV30 107   1,08   1,02%
  • IDXQ30 103   1,41   1,39%

CPO tertekan prediksi penurunan ekspor Malaysia


Rabu, 15 November 2017 / 15:24 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali melemah. Menutip Bloomberg, Rabu (15/11), pukul 13.45 WIB harga minyak sawit mentah kontrak pengiriman Januari 2018 terkoreksi 0,11% ke level RM. 2.714 per ton. Sedangkan jika dibanding sepekan lalu harganya sudah melemah hingga 3,76%.

Bulan ini, harga CPO terus tertekan. Selasa (7/11), harga CPO turun lebih dari 1,5%. Ini adalah penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir.

Putu Agus Pransuamitra, Analis PT Monex Investindo Futures melihat, penurunan harga kali ini terjadi karena ekspor minyak sawit Malaysia yang diperkirakan turun. Rencananya hari ini akan dirilis laporan dari Intertek Testing Services dan Societe Generale de Surveillance periode 1-15 November. 

Jika hasilnya benar-benar menunjukkan penurunan, maka bisa jadi harga CPO akan semakin tertekan. "Secara tradisional permintaan terhadap CPO akan menurun saat musim dingin," kata Putu dalam riset hari ini.

Tak hanya ekspor, penurunan harga CPO ditengarai juga terjadi karena melemahnya harga produk kompetitor yaitu minyak kedelai. Harganya minyak kedelai terkoreksi, baik di Chicago Board od Trade maupun di Dalian Commodity Exchange. "Rentang pergerakan harga potensial CPO berada di RM 2.685 – RM 2.740 per ton," pungkas Putu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×