kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.015   34,00   0,19%
  • IDX 5.865   -10,63   -0,18%
  • KOMPAS100 761   -3,55   -0,46%
  • LQ45 579   -3,06   -0,53%
  • ISSI 204   0,22   0,11%
  • IDX30 327   -1,71   -0,52%
  • IDXHIDIV20 404   -2,43   -0,60%
  • IDX80 86   -0,42   -0,49%
  • IDXV30 110   -0,57   -0,52%
  • IDXQ30 105   -0,75   -0,71%

Cetak rugi, Bumi Resources (BUMI) tetap bayar cicilan utang US$ 6,51 juta


Kamis, 09 Juli 2020 / 06:42 WIB
ILUSTRASI. Stasiun pengumpul batu bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sangatta, Kalimantan Timur yang merupakan akan usaha Bumi Resources (BUMI)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah memproses pembayaran cicilan utang kesepuluh sebesar US$ 6,51 juta melalui agen fasilitas. Jumlah ini mewakili bunga pinjaman senilai US$ 6,51 juta untuk Tranche A.

Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava menjelaskan, dengan pembayaran triwulanan cicilan kesepuluh, BUMI telah membayar keseluruhan utang sebesar US$ 327,82 juta secara tunai. 

Jumlah ini terdiri atas pokok Tranche A senilai US$ 195,8 juta dan bunga sebesar US$ 132,02 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest).

Baca Juga: Sejumlah perusahaan bakal pangkas produksi batubara, ADRO dan BUMI masih kejar target

“Pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada Oktober 2020,” tulis Dileep dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (8/7).

Dileep menambahkan, kupon payment-in-kind dari 11 April 2018 hingga 8 Juli 2020 atas Tranche B dan C juga sudah mulai dikapitalisasi.

Pembayaran cicilan utang ini dilakukan saat kinerja kuartal I-2020 BUMI mengalami tekanan. Pada kuartal pertama tahun ini, emiten pertambangan batubara ini membukukan kerugian bersih hingga US$ 35,1 juta, berbanding terbalik dengan kinerja kuartal I-2019 yang masih mampu mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan senilai US$ US$ 48.4 juta.




TERBARU

[X]
×