Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada perdagangan awal pekan ini. IHSG sudah rontok sejak perdagangan dibuka hari ini.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG ambruk 406,87 poin atau 4,88% ke level 7.922,73 pada penutupan perdagangan, Senin (2/2/2026).
Analis memberikan rekomendasi teknikal sejumlah saham untuk perdagangan Kamis (3/2/2026). Simak ulasan lengkapnya:
1. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
Pergerakan harga saham BBTN membentuk fase bullish consolidation MA20 & 60 yang telah berhasil membentuk pola golden cross. Di sisi lain, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi Dalam, Investasi Reksadana Saham Dinilai Menarik untuk Jangka Panjang
Pada perdagangan Senin (2/2/2026), saham BBTN ditutup Rp 1.220 atau melemah 0,81% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.
Rekomendasi: Accumulative Buy
Support: Rp 1.180
Resistance: Rp 1.260
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta
2. PT Indika Energy Tbk (INDY)
Pertimbangan pergerakan saham INDY yakni menguji Three Black Crows pattern dengan RSI melemah, namun Stochastic berpotensi golden cross dan volume perdagangan meningkat.
Bisa entry BUY jika bertahan di rentang Rp 2.740 - Rp 2.800 per saham. Pada perdagangan Senin (2/2/2026), saham INDY ditutup Rp 2.820 per saham atau melemah 12,96% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 2.740
Resistance: Rp 3.150
Achmad Yaki BCA Sekuritas
3. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
JSMR menguat 1,40% ke 3.610 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Saat ini, posisi JSMR diperkirakan sedang berada pada bagian akhir dari wave (i) dari wave [iii].
Baca Juga: IHSG Lanjutkan Koreksi Tajam di Awal Pekan, Ini Sarana Analis untuk Investor
Pada perdagangan hari Senin (2/2/2026), saham JSMR ditutup Rp 3.610 per saham atau menguat 1,40% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 3.560
Resistance: Rp 3.650
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana
Selanjutnya: Harga Naik Meski Pasar Saham Tertekan, Ini Salah Satu Pendorong Kenaikan Saham BBCA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













