kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Cermati Rekomendasi Saham Japfa Comfeed (JPFA) Usai Cetak Kinerja Apik di Tahun 2024


Selasa, 04 Maret 2025 / 08:48 WIB
Cermati Rekomendasi Saham Japfa Comfeed (JPFA) Usai Cetak Kinerja Apik di Tahun 2024
ILUSTRASI. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mencetak laba bersih Rp 3,01 triliun di sepanjang tahun 2024 dengan penjualan capai Rp 55,8 triliun


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencetak kinerja keuangan yang menggembirakan baik dari segi laba maupun penjualan di sepanjang tahun 2024.

Melansir keterbukaan informasi, Jumat (28/2), JPFA mencetak laba bersih Rp 3,01 triliun di sepanjang tahun 2024, melonjak 224,71% dari tahun 2023 sebesar Rp 929,71 miliar.

Sementara, kinerja penjualan JPFA  menjadi Rp 55,8 triliun di sepanjang tahun 2024, naik 9,03% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 51,17 triliun. Beban pokok penjualan JPFA tercatat Rp 44,58 triliun, naik dari Rp 43,66 triliun.

Alhasil, laba bruto JPFA tercatat mencapai Rp 11,21 triliun di tahun 2024, naik dari periode tahun sebelumnya yang tercatat Rp 7,51 triliun.

Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia, menilai bahwa kinerja JPFA sepanjang 2024 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Hal ini didukung oleh stabilisasi harga broiler dan Day Old Chick (DOC), yang lebih terkendali dibandingkan tahun 2023.

Perbaikan kinerja JPFA dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, pengurangan kuota impor grand parents stock (GPS). Kedua, kebijakan voluntary culling. Ketiga, koordinasi dengan Satgas Pangan yang berperan dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan ayam.

Baca Juga: Laba Japfa Comfeed (JPFA) Tembus Rp 3,01 Triliun di Tahun 2024, Melesat 224,71%

Dari sisi biaya, harga bahan baku pakan, terutama jagung dan soy bean meal (SBM), mengalami penurunan dibandingkan 2023, sehingga berkontribusi pada ekspansi margin. Selain itu, upaya efisiensi operasional serta inovasi yang dilakukan JPFA semakin memperkuat profitabilitas perusahaan.

"Dengan volume permintaan yang meningkat, harga yang lebih stabil, serta biaya produksi yang lebih terkendali, JPFA mampu membukukan kinerja yang impresif sepanjang periode tersebut," kata Sarkia kepada Kontan, Senin (3/3).

Sarkia optimistis bahwa tren positif kinerja JPFA akan berlanjut hingga tutup akhir tahun 2025. Ini didukung oleh perbaikan struktural dalam industri poultry serta upaya inovasi dan efisiensi yang terus dilakukan perusahaan.

Pada kuartal I-2025 kinerja JPFA diperkirakan akan mendapat dorongan dari faktor musiman, khususnya peningkatan permintaan ayam selama bulan Ramadhan, serta dampak dari penyerapan permintaan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Namun kami juga mengantisipasi akan daya beli masyarakat yang belum terlalu kuat, potensi kenaikan harga raw materials serta risiko bisnis poultry  yang cenderung fluktuatif seiring volatilitas harga DOC dan broiler di pasar," ujarnya.

 

Sarkia masih merekomendasikan buy saham JPFA dengan target harga di level Rp 2.400. Kemarin (3/3), saham JPFA ditutup di level Rp 2.020 atau menguat 8,31%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×