kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Cemas hubungan dagang AS-China, harga emas menjauh dari level terendah


Rabu, 15 Januari 2020 / 19:48 WIB
Cemas hubungan dagang AS-China, harga emas menjauh dari level terendah
ILUSTRASI. Seorang konsumen memperlihatkan emas batangan atau logam mulia yang baru dibelinya di Butik Emas, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Rabu (8/1/2020).

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini naik dari level terendah selama lebih dari satu pekan terakhir, di tengah kekhawatiran baru tentang hubungan perdagangan AS-China menjelang penandatanganan kesepakatan awal.

Hanya sehari sebelum penandatanganan kesepakatan perdagangan sementara, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Selasa (14/1), mengatakan, tarif atas barang-barang China akan tetap berlaku sampai perjanjian fase 2 kelar.

Mengacu Bloomberg pukul 19.42 WIB, harga emas hari ini di pasar spot naik 0,36% menjadi US$ 1.551,91 per ons troi, setelah tergelincir ke level terendah lebih dari satu minggu terakhir di US$ 1.535,63 sehari sebelumnya.

Baca Juga: Emas kembali berkilau berkat Mnuchin

Sedang harga emas berjangka AS naik 0,5% ke level US$ 1.552,40 per ons troi.

"Pasar tidak pasti mengenai kesepakatan antara AS dan China, sementara pasar ekuitas yang agak lemah dan dolar AS yang lebih lemah (juga) mendukung harga emas," kata Analis Commerzbank Eugen Weinberg.

"Tarif (atas barang China) tidak akan diturunkan sampai Pemilu AS berakhir pada November, dan itu tidak membantu dalam membawa kepercayaan ke pasar," imbuh dia kepada Reuters.

Bursa saham dunia melorot dari rekor tertinggi, sedangkan imbal hasil obligasi AS dan Jerman terpeleset karena euforia atas kesepakatan perdagangan AS-China.

Menjaga tarif atas barang China bisa mengurangi manfaat ekonomi dari kesepakatan perdagangan fase satu, dengan membatasi akses Tiongkok ke salah satu pasar perdagangan terbesarnya.

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini stagnan di Rp 767.000 per gram

"Fase satu akan ditandatangani dalam beberapa jam ke depan, tetapi investor mengharapkan lebih dari perjanjian ini," ujar Carlo Alberto De Casa, Kepala Analis ActivTrades, dalam sebuah catatan, yang Reuters lansir.

"Hipotetis fase dua akan memakan waktu dan sekarang tidak ada kepastian dalam hal ini. Karena alasan itu, sangat sedikit kejutan untuk melihat emas berwarna hijau, kembali ke ambang batas US$ 1.550," sebut dia.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×