Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa emiten mengumumkan akan menggelar Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement.
Yaitu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), dan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH).
Dalam PMTHMETD tahap IV, PANI akan menerbitkan saham baru sebanyak 72.476.600 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dengan demikian, jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan akan meningkat dari semula sebanyak 18.117.025.598 saham menjadi 18.189.502.198 saham setelah pelaksanaan PMTHMETD IV.
Baca Juga: OJK Tetapkan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya
Seluruh saham baru tersebut akan diambil bagian oleh pemodal, yakni PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd. PMTHMETD IV akan dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp 6.875 per lembar saham.
Melalui penanaman modal ini, PANI memiliki keyakinan bahwa dapat segera memperoleh dana hasil pelaksanaan PMTHMETD IV yang dapat langsung digunakan untuk merealisasikan rencana bisnis sesuai dengan target penggunaan dana.
“Khususnya, untuk memperkuat struktur permodalan dan menunjang kelangsungan kegiatan usaha entitas anak, yaitu PT Panorama Eka Tunggal dan PT Karunia Utama Selaras,” ujar direksi PANI dalam keterbukaan informasi.
Lalu, WSBP yang berencana untuk melakukan private placement tahap VI.
Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko WSBP, Koento Wahyudiat mengatakan, perseroan akan melaksanakan PMTHMETD dengan melaksanakan konversi utang para kreditur sebagai pelaksanaan atas Perjanjian Perdamaian yang telah disahkan (homologasi).
Lembar saham yang akan diterbitkan pada PMTHMETD Tahap VI ini senilai 178,68 juta saham biasa. Nilai nominal per saham sebesar Rp 50.
Kemudian, KPIG akan private placement dengan menerbitkan sebanyak 7,45 miliar saham baru dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan masing-masing Rp 100 per saham.
Dengan jumlah saham yang diterbitkan tersebut, KPIG berpotensi memperoleh dana sebesar Rp745,53 miliar. Dana hasil aksi korporasi ini direncanakan untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan sekaligus mendukung berbagai rencana pengembangan usaha.
Sebelum aksi korporasi dilaksanakan, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh KPIG tercatat sebanyak 99,86 miliar saham. Setelah penerbitan saham baru sebanyak 7,45 miliar saham, jumlah saham perseroan akan meningkat menjadi 107,31 miliar saham.
Baca Juga: Dolar AS Menguat, Ada Potensi Suku Bunga Fed Akan Naik Lagi di Akhir 2026
Terakhir, WGSH akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 208,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 20 per saham.
Harga pelaksanaan PMTHMETD akan ditetapkan paling sedikit sebesar 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan selama 25 hari bursa berturut-turut di Pasar Reguler sebelum pelaksanaan transaksi.
Dana yang diperoleh dari aksi private placement tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal kerja WGSH guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha.
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo melihat, KPIG dan PANI menjadi emiten yang paling menarik dari aksi private placement ini.
KPIG berpotensi memperoleh dana terbesar sekitar Rp 745,5 miliar yang dapat mendukung ekspansi bisnis pariwisata dan pengembangan KEK Lido.
“Sementara PANI memperoleh sekitar Rp 498 miliar dengan investor yang sudah jelas yaitu PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management sehingga risiko gagal serap sangat rendah,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (18/6/2026).
Azis berpandangan, KPIG memiliki prospek fundamental terbaik di antara emiten yang mau private placement kali ini. Hal tersebut didukung pertumbuhan bisnis hospitality, resort, golf, serta pengembangan KEK Lido yang mulai menunjukkan monetisasi. Kinerja KPIG pun tercermin dari laba kuartal I 2026 yang tumbuh 78% secara tahunan alias year on year (YoY).
“Di sisi lain, PANI juga masih memiliki prospek positif berkat pengembangan kawasan PIK 2 dan potensi penjualan properti yang tetap kuat, meskipun valuasinya sudah relatif premium,” paparnya.
Azis pun merekomendasikan trading buy untuk PANI dengan target harga Rp 7.300 - Rp 7.400 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












