kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Capex DILD terserap 40%


Rabu, 18 Juni 2014 / 15:59 WIB
Capex DILD terserap 40%
ILUSTRASI. Para founders-cofounders Kick Avenue: Christoper Eko, Alwin Sasmita, dan Reinaldo Gunawan.


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tampaknya PT Intiland Development Tbk (DILD) ingin menjaga semua proyek-proyeknya tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini bisa dilihat dari posisi serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) emiten properti ini.

Tahun ini, manajemen menyiapkan capex sekitar Rp 1,8 triliun-Rp 2 triliun. "Posisinya sekarang sudah terserap sekitar 35%-40%," imbuh Archied Notopradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi DILD, (18/6).

Dengan demikian, serapan tersebut senilai Rp 630 miliar-Rp 800 miliar. Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk konstruksi proyek-proyek DILD yang sedang berjalan. Setidaknya, ada 25 proyek DILD yang tersebar di sejumlah wilayah sekitar Jakarta dan Surabaya.

Tahun ini, DILD bakal menyelesaikan proyek kawasan terpadu (mixed use) di Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta yakni 1 Park Avenue, South Qaurter, Aeropolis. Sedangkan, di Surabaya bernama Praxis.

Informasi saja, anggaran capex tersebut sekitar 70%-75% diambil dari cash flow perusahaan. Sisanya, 30%-25% diambil dari pinjaman. "Pinjaman bank-nya merupakan standby loan dari kreditur yang sudah ada sekarang," pungkas Archied.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×