kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Capex DILD terserap 40%


Rabu, 18 Juni 2014 / 15:59 WIB
ILUSTRASI. Para founders-cofounders Kick Avenue: Christoper Eko, Alwin Sasmita, dan Reinaldo Gunawan.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tampaknya PT Intiland Development Tbk (DILD) ingin menjaga semua proyek-proyeknya tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini bisa dilihat dari posisi serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) emiten properti ini.

Tahun ini, manajemen menyiapkan capex sekitar Rp 1,8 triliun-Rp 2 triliun. "Posisinya sekarang sudah terserap sekitar 35%-40%," imbuh Archied Notopradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi DILD, (18/6).

Dengan demikian, serapan tersebut senilai Rp 630 miliar-Rp 800 miliar. Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk konstruksi proyek-proyek DILD yang sedang berjalan. Setidaknya, ada 25 proyek DILD yang tersebar di sejumlah wilayah sekitar Jakarta dan Surabaya.

Tahun ini, DILD bakal menyelesaikan proyek kawasan terpadu (mixed use) di Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta yakni 1 Park Avenue, South Qaurter, Aeropolis. Sedangkan, di Surabaya bernama Praxis.

Informasi saja, anggaran capex tersebut sekitar 70%-75% diambil dari cash flow perusahaan. Sisanya, 30%-25% diambil dari pinjaman. "Pinjaman bank-nya merupakan standby loan dari kreditur yang sudah ada sekarang," pungkas Archied.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×