kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Buyback saham tidak otomatis mendongkrak pasar


Minggu, 01 Juli 2018 / 23:01 WIB
Buyback saham tidak otomatis mendongkrak pasar
ILUSTRASI. Papan Elektronik Pergerakan Harga Saham di BEI


Reporter: Willem Kurniawan | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten berencana melakukan aksi korporasi pembelian kembali saham yang beredar alias buyback saham. Emiten tersebut antara lain PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Kepala Riset Narada Aset Manajemen Kiswoyo Adi Joe menilai, aksi buyback saham tidak serta-merta akan memperkuat pasar. "Buyback itu positif, tapi di market belum terasa, investor masih ragu-ragu," katanya, Minggu (1/7).

Menurut Kiswoyo, harga buyback itu akan menjadi patokan buat para investor. Jika harga pasarnya lebih rendah dibandingkan harga beli oleh perusahaan, investor akan berani beli.

Semakin banyak perusahaan membeli kembali saham, investor akan semakin yakin untuk membeli, sebab emiten buyback di atas harga pasar.

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan, buyback akan berdampak besar pada IHSG apabila emiten yang melakukannya memiliki likuiditas besar. "Buyback itu pasti ada tujuan dan rencananya. Namun jika bicara untuk mengangkat pasar bursa, tentunya oleh emiten yang likuiditasnya besar," kata William.

KIswoyo tidak menggambarkan secara gamblang mengenai daya tarik buyback yang dilakukan MIKA, SRTG dan MNCN. Kiswoyo hanya bilang, menarik atau tidaknya bagi investor tergantung realisasi buyback.

"Tapi yang saya tahu MNCN itu sangat murah, harga wajarnya seharusnya di atas 1.500, jadi tanpa ada sentimen buyback pun dia sudah kemurahan," imbuh Kiswoyo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×