kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bursa Wall Street kembali rontok


Jumat, 11 Agustus 2017 / 06:27 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Bursa saham di Wall Street rontok di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

Mengutip CNBC, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 204,69 poin atau 0,93% ke posisi 21.844,01 pada Kamis (10/8). Itu penurunan terburuk sejak Mei lalu. Goldman Sachs memberikan kontribusi paling besar pada kejatuhan indeks.

Indeks S&P 500 juga jatuh 1,45% ke level 2.438,21, terutama dipicu koreksi saham sektor teknologi informasi dan keuangan. Adapun, Nasdaq Composite merosot 2,13% menjadi 6.216,87.

Kekhawatiran investor terhadap konflik AS dan Korut yang memanas telah memicu mereka menghindari pasar saham. Kecemasan itu tercermin dari  CBOE Volatility Index (VIX) yang melonjak lebih dari 40% ke posisi 15,98. Ini tingkat tertinggi sejak Mei. 

"Jika melihat ke semua sektor, ini adalah aksi jual berbasis luas," kata Paul Springmeyer, Managing Director Investment di Private Client Reserve Bank seperti dilansir CNBC. "Saya rasa ini adalah langkah mundur yang hati-hati," imbuhnya.

Awal pekan ini, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Korea Utara akan menghadapi "api dan kemarahan" jika terus mengancam AS. Pyongyang membalas peringatan dari Trump dengan menyebut sebagau ucapan omong kosong. 

"Saya pikir ini adalah aksi pasar yang normal untuk kali ini. Orang-orang mengambil keuntungan di tengah situasi konflik AS-Korut," kata Phil Blancato, CEO Ladenburg Thalmann Asset Management. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×